Dishub Sultra Dibawah Kendali Dr. Muh. Rajulan: Transformasi Digital, Peningkatan PAD, dan Pengamanan Mudik Jadi Prioritas Utama

KENDARINEWS.COM-– Di bawah kepemimpinan Dr. Muhammad Rajulan, Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) sedang menjalani transformasi yang signifikan. Dari pengelolaan arus mudik Natal dan Tahun Baru (Nataru) yang terstruktur, peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang ambisius, hingga penerapan inovasi digital seperti Sistem Informasi Rekanan (SIRAL) dan Digitalisasi Rambu Lalu Lintas (Digilantas), Dishub Sultra membuktikan perannya sebagai sektor kunci dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan efisiensi pelayanan publik.

Dr. Rajulan menjelaskan bahwa seluruh program yang dijalankan bertujuan untuk menjadikan transportasi di Sultra lebih aman, terjangkau, dan terintegrasi, sekaligus berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi daerah.

“Transportasi bukan hanya tentang memindahkan orang atau barang. Ini adalah tulang punggung perekonomian dan kunci kesejahteraan masyarakat. Oleh karena itu, kita bekerja keras untuk meningkatkan kualitas transportasi dari semua aspek – mulai dari pengelolaan libur, pendapatan daerah, hingga pemanfaatan teknologi digital,” ungkap Dr. Rajulan dengan semangat.

Sebagai salah satu program tahunan yang paling menantang, Dishub Sultra telah mempersiapkan langkah-langkah komprehensif untuk mengelola arus mudik Nataru 2026. Puncak arus mudik diprediksi terjadi pada 24 Desember 2025, sedangkan puncak arus balik diantisipasi pada 2 Januari 2026. Untuk menghadapi lonjakan pergerakan masyarakat yang signifikan, Dishub akan menyebarkan seluruh personel di titik-titik strategis dan membuka posko terpadu yang beroperasi mulai 18 Desember 2025 hingga 5 Januari 2026.

“Posko terpadu ini akan menjadi pusat koordinasi antara Dishub, Kepolisian, BPBD, Dinas Kesehatan, dan instansi lain. Tujuan utamanya adalah memberikan layanan informasi, penanganan pengaduan, dan pengawasan untuk memastikan perjalanan pemudik aman dan lancar,” jelas Dr. Rajulan.

Salah satu fokus utama dalam manajemen mudik adalah penekanan terhadap praktik calo tiket. Dr. Rajulan menyatakan bahwa petugas Dishub akan melakukan pengawasan ketat di terminal darat, pelabuhan, dan bandara untuk mencegah penjualan tiket dengan harga di atas standar, terutama untuk layanan kelas ekonomi yang menjadi pilihan sebagian besar pemudik.

“Kita tidak akan membiarkan calo merugikan masyarakat. Petugas kita akan melakukan patroli rutin dan mengambil tindakan tegas terhadap siapa pun yang terlibat dalam praktik tidak terpuji itu. Kita ingin memastikan setiap pemudik bisa mendapatkan tiket dengan harga yang layak,” tegasnya.

Selain itu, Dishub juga melakukan “ramp check” terhadap seluruh armada transportasi darat dan laut untuk memastikan kelayakan beroperasi. Pengecekan mencakup kondisi kendaraan/kapal, kelengkapan peralatan keselamatan, dan kualifikasi pengemudi/pemandu kapal. Di sektor udara, Dishub berkoordinasi dengan Bandara Halu Oleo untuk mengantisipasi peningkatan penumpang, sedangkan di sektor laut, posko terpadu ditempatkan di pelabuhan rute kritis seperti Baubau-Wanci, Amolengo-Labuan, dan Torobulu-Tampo.

Dengan tujuan berkontribusi lebih banyak pada pendapatan daerah, Dishub Sultra menetapkan target PAD sebesar Rp28 Miliar pada tahun 2025. Untuk mencapai target ini, Dr. Rajulan menjelaskan bahwa Dishub melakukan dua upaya utama: memperkuat Sumber Daya Manusia (SDM) melalui penerimaan Pegawai Pemerintah Provinsi Kontrak (PPPK) dan mengoptimalisasi retribusi transportasi.

“SDM adalah aset terpenting kita. Melalui penerimaan PPPK, kita mendapatkan tenaga kerja yang muda, cerdas, dan berkompetensi yang dapat mendukung pelaksanaan program-program kita. Dengan SDM yang kuat, kita bisa menjalankan tugas dengan lebih efisien dan efektif,” kata Dr. Rajulan.

Selain itu, Dishub juga mengoptimalkan retribusi dari berbagai layanan transportasi, seperti retribusi penumpang, retribusi barang, dan retribusi fasilitas transportasi. Dr. Rajulan menjelaskan bahwa optimalisasi ini dilakukan dengan cara memperbaiki sistem pencatatan, mengurangi kerugian pendapatan, dan memastikan retribusi dibayar sesuai aturan.

“Kita tidak hanya ingin meningkatkan pendapatan, tapi juga memastikan retribusi yang dibayar masyarakat digunakan untuk memperbaiki fasilitas dan layanan transportasi. Ini adalah siklus yang sehat: masyarakat membayar retribusi, kita gunakan untuk memperbaiki layanan, sehingga masyarakat mendapatkan manfaat lebih banyak,” jelasnya.

Hingga pertengahan tahun 2025, Dishub Sultra telah mencapaikan sekitar 60% dari target PAD tahunan. Dr. Rajulan yakin bahwa target Rp28 Miliar dapat tercapai dengan berbagai upaya yang terus dilakukan di semester kedua.

Untuk meningkatkan efisiensi pelayanan publik dan mengurangi tumpukan pekerjaan administratif, Dishub Sultra telah meluncurkan dua sistem digital utama: SIRAL dan Digilantas. Kedua sistem ini dirancang untuk membuat proses kerja lebih transparan, cepat, dan akurat.

Sistem Informasi Rekanan (SIRAL) adalah platform digital yang digunakan untuk manajemen rekanan yang bekerja sama dengan Dishub Sultra. Melalui SIRAL, rekanan dapat mendaftarkan diri, mengajukan proposal, dan melacak status pekerjaan secara online. Dr. Rajulan menjelaskan bahwa SIRAL mengurangi waktu proses administratif yang sebelumnya memakan waktu berhari-hari menjadi hanya beberapa hari.

“Sebelum ada SIRAL, rekanan harus datang ke kantor berulang kali untuk mengurus administrasi. Sekarang, semuanya bisa dilakukan secara online. Ini tidak hanya memudahkan rekanan, tapi juga membuat proses lebih transparan dan mengurangi risiko korupsi,” ujar Dr. Rajulan.

Sementara itu, Digitalisasi Rambu Lalu Lintas (Digilantas) adalah sistem untuk pendataan dan manajemen rambu lalu lintas di seluruh wilayah Sultra. Melalui Digilantas, petugas Dishub dapat mencatat jenis, lokasi, dan kondisi rambu lalu lintas secara digital menggunakan aplikasi seluler. Data ini kemudian disimpan dalam basis data yang dapat diakses oleh semua petugas untuk memudahkan perawatan dan perbaikan rambu.

“Digilantas membantu kita memantau kondisi rambu lalu lintas dengan lebih baik. Kita bisa mengetahui kapan rambu perlu diperbaiki atau diganti, sehingga dapat mengurangi kecelakaan akibat rambu yang tidak jelas. Ini adalah upaya kita untuk meningkatkan keamanan lalu lintas di Sultra,” jelasnya.

Selain SIRAL dan Digilantas, Dr. Rajulan juga mengungkapkan rencana Dishub Sultra untuk meluncurkan sistem digital lain di tahun depan, seperti aplikasi pemesanan tiket transportasi secara online dan sistem pemantauan lalu lintas secara real-time.

Di balik semua program yang dijalankan, Dr. Rajulan menekankan bahwa komitmen utama Dishub Sultra adalah meningkatkan kualitas transportasi sebagai kunci kesejahteraan masyarakat Sultra. Dia menjelaskan bahwa transportasi yang baik akan memudahkan masyarakat untuk bergerak, berdagang, dan mengakses layanan dasar seperti pendidikan dan kesehatan.

“Kita percaya bahwa jika transportasi di Sultra menjadi lebih baik, maka ekonomi daerah akan tumbuh, kesejahteraan masyarakat akan meningkat, dan Sultra akan menjadi daerah yang lebih maju. Itulah tujuan akhir dari semua upaya yang kita lakukan,” tegas Dr. Rajulan.

Dengan berbagai program yang terstruktur dan inovasi yang terus dilakukan, Dishub Sultra di bawah kepemimpinan Dr. Muh. Rajulan menunjukkan bahwa sektor transportasi dapat menjadi motor penggerak pertumbuhan daerah dan peningkatan kualitas hidup masyarakat. Dengan semangat kerja yang tinggi dan keberanian untuk berinovasi, Dishub Sultra siap menghadapi tantangan masa depan dan memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat Sultra.

Tinggalkan Balasan