KENDARINEWS.COM — Perang narkoba yang digencarkan Presiden Amerika Serikat (AS) terhadap Venezuela di Laut Karibia semakin memanas. Data dari situs pelacakan penerbangan Flightradar24 menunjukkan dua pesawat pengebom B-1B lepas landas dari Dakota Utara dan terbang sejajar dengan pantai Venezuela, dikutip dari CNBC Indonesia.
Penerbangan ini mengikuti manuver sebelumnya oleh satu pesawat B-1B dan beberapa pesawat B-52 dalam beberapa pekan terakhir. Selain itu, AS juga memerintahkan gugus tugas tempur kapal induk USS Gerald R. Ford menuju Amerika Latin dan mengerahkan 10 jet tempur siluman F-35 ke Puerto Riko, Kamis lalu.
Mengutip AFP, saat ini total terdapat tujuh kapal Angkatan Laut AS di Karibia. Kapal induk USS Gravely pun berlabuh di Trinidad dan Tobago sejak akhir pekan, di mana marinir AS dilaporkan akan melakukan latihan gabungan dengan pasukan pertahanan lokal.
Selain penempatan militer, AS telah melancarkan serangan terhadap setidaknya 10 kapal yang diduga menyelundupkan narkoba sejak awal September, termasuk sembilan kapal biasa dan satu kapal semi-submersible. Serangan ini telah menewaskan sedikitnya 43 orang.
Konflik antara Washington dan Caracas sendiri telah berlangsung lama, terkait penolakan AS terhadap kemenangan pemilu Nicolas Maduro pada 2018 dan 2024. Ketegangan ini juga menyeret Trinidad dan Tobago, yang kini menjadi titik singgah militer AS dan tengah mempertimbangkan deportasi massal terhadap migran tak berdokumen, sebagian besar warga Venezuela.
Dalam responsnya, Maduro menangguhkan perjanjian gas dengan Trinidad dan Tobago, menyebut Perdana Menteri Persad-Bissessar telah menjadikan negaranya sebagai “kapal induk kekaisaran Amerika” dan melakukan pemerasan terhadap Venezuela. Parlemen Venezuela pun menyatakan PM Persad-Bissessar sebagai “persona non grata” di negara itu.
Ketegangan dipicu lebih lanjut setelah AS mengizinkan Trinidad dan Tobago mengeksploitasi ladang gas Dragon di perairan Venezuela, meskipun masih ada embargo minyak dan gas yang diberlakukan Washington.
Situasi ini menandai eskalasi baru dalam perang narkoba AS terhadap Venezuela, dengan implikasi politik dan militer yang meluas di kawasan Karibia. (*)










































