Dinilai Ingkar Janji, Ribuan Massa Kembali Geruduk PT Vale

KENDARINEWS.COM– Ribuan massa yang tergabung dalam Gerakan Masyarakat Adat Mekongga menggelar aksi unjuk rasa besar-besaran di sekitar PT Vale Indonesia Blok Pomalaa, Senin (8/9). Aksi kali ini merupakan lanjutan dari sejumlah demonstrasi sebelumnya yang menuntut keterbukaan dan keadilan dalam perekrutan tenaga kerja serta kemitraan perusahaan.

Dipimpin langsung oleh Ketua Dewan Adat Mekongga, Muhammad Jayadin, massa menilai PT Vale Indonesia tidak merespons tuntutan-tuntutan mereka dalam aksi-aksi sebelumnya. Mereka pun kembali turun ke jalan untuk mendesak pemenuhan sejumlah tuntutan yang dianggap penting bagi keberlangsungan hak masyarakat adat dan lokal di Kabupaten Kolaka.

Dalam orasinya, Jayadin meminta transparansi rekrutmen tenaga kerja yang dilakukan oleh PT Vale dan mitranya. Ia mendesak PT Vale dan semua perusahaan mitra kerja nasional membuka data penerimaan tenaga kerja yang mencakup 70 persen dari warga lokal Kolaka dan 30 persen dari luar daerah. Kata dia hal itu sesuai dengan Perda Kabupaten Kolaka Nomor 19 Tahun 2022 dan Perbup Kolaka Nomor 56 Tahun 2023.

“Kami meminta agar PT Vale dan mitra kerjanya menyerahkan database hasil rekrutmen tenaga kerja pribumi Mekongga dan lokal Kolaka. Kami juga meminta agar disediakan kuota khusus untuk putra-putri pribumi Mekongga menduduki posisi strategis, seperti bidang HRD Rekrutmen dan Manajer CSR di bidang Eksternal/Humas,” desak Jayadin. 

Mantan Wakil Bupati Kolaka dua periode itu juga meminta agar tenaga kerja pribumi diberi posisi di Top, Middle, dan Lower Management dengan kebijakan khusus terkait standar kelulusan seleksi. Ia juga meminta agar tidak ada batasan usia dalam proses rekrutmen tenaga kerja.

“Kami meminta penghentian sementara proses rekrutmen hingga data penerimaan tenaga kerja yang sesuai dengan Perbup disampaikan. Kami juga inginkan agar penerimaan tenaga kerja lokal (70 persen) dilakukan dengan rekomendasi atau diketahui oleh Dewan Adat Mekongga guna mencegah manipulasi identitas,” pinta Jayadin. 

Selain itu, massa juga mendesak agar PT Vale dan mitra kerja membuka database perusahaan mitra dan sub mitra yang sedang menjalankan proyek di site Pomalaa. Mereka juga menuntut agar perusahaan memprioritaskan kemitraan dengan perusahaan lokal pribumi dan lokal Kolaka.

Aksi ini mendapat pengawalan ketat dari aparat keamanan. Kapolres Kolaka AKBP Yudha Widyatama Nugraha dan Dandim 1412 Kolaka Letkol Inf Choky Gunawan turut hadir dan menemui para demonstran untuk menjaga situasi tetap kondusif.

Namun hingga berita ini diturunkan, tidak ada satu pun perwakilan petinggi  PT Vale Indonesia yang hadir menemui massa. Sebagai bentuk keseriusan, para demonstran mendirikan tenda dan menyatakan akan bermalam di lokasi unjuk rasa sampai seluruh tuntutan mereka dipenuhi. (fad)

Tinggalkan Balasan