KENDARINEWS.COM—STIE 66 Kendari menggelar Rapat Senat Terbuka dengan tema membangun generasi yang berkarakter unggul dan berdaya saing tinggi. Kegiatan tersebut merupakan acara puncak dari berbagai rangkaian kegiatan akademis dan non akademis, yang dihadiri langsung oleh civitas akademika, termasuk dosen, staf, dan mahasiswa, serta diisi dengan pidato-pidato penting yang menyoroti pencapaian institusi selama tiga dekade terakhir.
Ketua Senat STIE 66 Kendari, Dr. Bakhtiar Abbas, SE.M.Si mengatakan tanghal 11 Oktober STIE 66 Kendari telah genap 30 tahun. Dimana selama itu, STIE 66 Kendari telah mengabdi di bumi anoa khususnya yang ada di kota Kendari.
“Banyaknya tantangan-tantangan yang dilalui hingga saat ini, Alhamdulillah dengan kekompakan dan inovasi yang dilakukan oleh pemimpin STIE 66 Kendari mampu menjawab tantangan tersebut hingga saat ini. Tentu ini merupakan sebuah pencapaian prestasi yang tidak sedikit kita rasakan karena dengan banyaknya perubahan-perubahan yang kita rasakan hingga saat ini,” ungkapnya.
Tahun ini STIE 66 Kendari melakukan beberapa inovasi antara lain meningkatkan akreditasi dari badan PT bahkan Internasional. Kedua, perubahan kurikulum berbasis Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). Tiga, pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) baik itu dosen maupun mahasiswa. Keempat, peningkatan kerjasama dengan stakeholder terkait. Lima, peningkatan tata kelola perguruan tinggi dan yang terakhir merangkul alumni. “Beberapa inovasi ini kami terus tingkatkan di tahun ini,” katanya.
Rapat Senat Terbuka ini juga menjadi ajang untuk refleksi tentang perkembangan STIE 66 dalam mencetak lulusan berkualitas, serta komitmen mereka untuk terus berinovasi menghadapi tantangan ekonomi digital di masa depan. “Melalui acara tersebut dapat memperkuat kebersamaan antara para anggota kampus, sembari merayakan pencapaian dan memberikan pandangan tentang masa depan pendidikan di wilayah Sulawesi Tenggara (Sultra),” imbuhnya.
Ketua STIE 66 Kendari, Prof. Dr. H. Abdul Aziz Muthalib, SE.,M.Si mengungkapkan bahwa perjalanan selama 30 tahun ini tentunya dipenuhi dengan berbagai tantangan, pencapaian dan transformasi yang menguatkan eksistensi STIE sebagai salah satu lembaga pendidikan tinggi yang unggul dan terpercaya. “Selama 30 tahun terakhir, STIE 66 Kendari telah berhasil mencetak lulusan-lulusan yang kompeten dan bersaing di dunia kerja baik di tingkat regional, nasional maupun internasional. Hal ini tidak terlepas dari kerja keras dan dedikasi seluruh civitas akademika, dukungan dari yayasan dan kepercayaan masyarakat yang terus diberikan kepada STIE 66 Kendari,” katanya.
Secara Institusional STIE 66 Kendari sekarang telah terakreditasi “Baik Sekali”. Program Studi Magister Manajemen terakreditasi “Baik”, Program Studi Manajemen terakreditasi “Baik” dan Program Studi Akuntansi terakreditasi “Baik Sekali”. Pada saat ini STIE 66 Kendari memiliki 69 tenaga dosen dan 17 tenaga kependidikan dengan rincian; S3 sebanyak 14 orang dan S2 sebanyak 55 orang. 3 Orang Lektor Kepala, 29 orang Lektor, 20 orang Asisten Ahli, dan 17 Tenaga Pengajar.
“Pada tahun 2024 STIE 66 Kendari menerima 2 (dua) anugrah dari Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah IX Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat dan Tenggara pada dua kategori, yaitu Terbaik 2 (dua) dari 320 Perguruan Tinggi dengan Pelaporan, Pencegahan, dan Penanganan Kekerasan Seksual; dan Terbaik 3 (Tiga) dari 320 Perguruan Tinggi dengan Persentase Tertinggi Serapan alumni dengan masa tunggu kerja tersingkat.
STIE 66 terus mengembangkan diri melalui kerjasama antar perguruan tinggi dan instansi lainnya baik pemerintah daerah maupun swasta. Sampai dengan tahun 2024 STIE 66 Kendari telah menjalin hubungan kerjasama Tridharma Perguruan Tinggi dalam rangka implementasi Program MBKM dan Pengembangan Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui MoU dan MoA dengan 15 Perguruan Tinggi se-sulawesi Tenggara, 31 Perguruan Tinggi di luar Sultra termasuk Perguruan Tinggi yang ada di pulau Jawa, Bali dan Nusa Tenggara Barat. Selain itu telah dijalin kerjasama melalui MoU dan MoA dengan 13 Perguruan Tinggi luar negeri,” tuturnya.
Pada Tahun 2024 jumlah penelitian yang dihasilkan oleh STIE 66 Kendari sebanyak 22 judul penelitian yang terdiri atas; 8 penelitian yang dibiayai Kemenristek Dikti, 6 penelitian yang dibiayai oleh pemerintah daerah, 3 penelitian yang dibiayai dari dana hibah yayasan dan 5 penelitian mandiri. Kemudian jumlah pengabdian masyarakat yang dihasilkan STIE 66 Kendari sebanyak 13 kegiatan yang terdiri dari 1 kegiatan pengabdian yang dibiayai dari Kemenristekdikti, 3 kegiatan pengabdian yang dibiayai oleh pemerintah daerah, 4 kegiatan pengabdian yang dibiayai dari hibah yayasan, dan 5 kegiatan pengabdian mandiri. Sementara bidang publikasi, STIE 66 Kendari juga telah menunjukkan eksistensinya dalam melakukan publikasi jurnal baik publikasi nasional maupun internasional. Pada tahun 2024 jumlah publikasi internasional bereputasi terindeks scopus 4 judul, publikasi internasional 29 judul, publikasi nasional terindeks Sinta 26 judul dan jurnal nasional berlSN 20 judul. Rada tahun 2024, Jumlah buku yang dihasilkan sebanyak 18 judul buku Ber ISBN yang terdiri dari 11 buku referensi dan 7 buku bahan ajar.
“Berkat kepercayaan masyarakat kepada STIE 66 Kendari, jumlah mahasiswa baru terus mengalami peningkatan dari tahun ketahun. Peningkatan jumlah mahasiswa baru sejak tahun 2020 s.d 2024 mencapai rata-rata 733 orang atau 8,99 persen. Secara kumulatif jumlah mahasiswa terdaftar mengalami peningkatan dari tahun ketahun. Jumlah mahasiswa aktif pada tahun akademik 2024/2025 telah mencapai 3.459 orang, ” katanyab
Secara kualitatif sambungnya, lulusan STIE 66 Kendari terus mengalami peningkatan dari tahun ketahun baik dilihat dari indeks prestasi kumulatif maupun lama studi mahasiswa. Pada tahun 2024 lama studi Program S2 mencapai rata-rata 1 tahun 9 bulan lebih cepat dibanding tahun sebelumnya yang mencapai rata-rata 1 tahun 11 bulan. Untuk Program S1, lama studi tahun 2024 mencapai rata-rata 3 tahun 08 bulan lebih cepat dibanding tahun sebelumnya yang mencapai rata-rata 4 tahun 01 bulan. IPK mahasiswa untuk
Program S2 rata-rata 3,78 meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya mencapai rata-rata 3.64 dan untuk Program Studi S1 pada tahun 2024 mencapai rata-rata 3,52 meningkat dibanding tahun sebelumnya rata-rata 3,21. Di bidang olahraga mahasiswa 66 Kendari juga menunjukkan prestasi yang sangat membanggakan.
” Pada pekan Olahraga Nasional (PON) ke 21 tahun 2024 yang diselenggarakan di Banda Aceh dan Sumatera Utara, mahasiswa STIE 66 Kendari berhasil menyumbangkan medali emas dalam bidang bidang olahraga Softball untuk kontingen Sulawesi Tenggara. Di Bidang kesenian mahasiswa STIE Enam Kendari berhasil lolos dalam pentas paduan suara pentas seni Internasional yang diselenggarakan di Kuala Lumpur Malaysia. ” paparnya.
Sementara Ketua Yayasan STIE 66 Kendari, Irma Nurjannah, ST., MT menjelaskan, bahwa 30 tahun ini merupakan usia menuju kematangan hidup dan merupakan moment penting dalam hidup seseorang. Seiring bertambahnya usia, individu dihadapkan pada berbagai perubahan fisik, emosional, dan sosial yang dapat menimbulkan berbagai permasalahan. Begitu pula yang akan terjadi di STIE 66 Kendari. Tetapi dengan permasalahan-permasalahan yang terjadi ini saya berharap STIE 66 Kendari akan terus berkembang, unggul dan bersaing, sesuai dengan Tema Dies STIE 66 Kendari.
Ia berharap, STIE 66 Kendari tetap memelihara komitmen yang telah berjalan. “Saya percaya, dengan amanah yang berada di pundak kita dan komitmen yang tinggi dari seluruh keluarga besar STIE Enam-Enam, maka kita akan mampu beradaptasi dengan perubahan besar yang terjadi dan akan terjadi,” tutupnya.(win).










































