Penerimaan Maba UHO, Prof Zamrun: Bayar UKT Sesuai Kemampuan

KENDARINEWS.COM— Seleksi penerimaan Mahasiswa Baru (Maba) tahun ajaran 2024-2025 di Universitas Halu Oleo (UHO) tengah berlangsung.

Ada hal menarik seiring dengan kabar kenaikan bahkan mahalnya Uang Kuliah Tunggal (UKT) bagi mahasiswa se Indonesia.

Adalah Rektor UHO Prof. Dr. Muhammad Zamrun Firihu, S.Si., M.Si, M.Sc menepis hal itu dan menyatakan bahwa UKT UHO ditetapkan berdasarkan kemampuan finansial mahasiswa itu sendiri.

“Sebelum menetapkan besaran UKT mahasiswa, Kami minta mereka mengisi informasi (formulir pendaftaran ulang) dengan jujur seperti berapa pendapatan orang tua, pengeluaran keluarga dan beberapa indikator lainnya,” ungkap Prof Zamrun dalam Podcast Kendari Pos Channel yang dipandu langsung Direktur Kendari Pos Irwan Zainuddin, Kamis (30/5)

Dari situ pihak universitas menentukan besarnya pembayaran UKT mahasiswa masuk dalam.kategori berapa.

” Penentuan UKT tergantung data yang diisi mahasiswa. Apakah dia kena kategori 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8. Tidak ada pembeda. Pembeda cuma satu. Kalau jalur mandiri selain UKT ada iuran pengembangan institusi, Pastinya pembayaran UKT UHO dilaksanakan secara  berkeadilan. Orang membayar sesuai kemampuannya. ” papar Prof Zamrun

Kendati demikian lulusan lulusan S3 Tohoku University, Sendai, Jepang itu memberikan toleransi kepada mahasiswa yang merasa UKT nya masih mahal (berat), dapat mengajukan pembaharuan data dan keberatan.

“Mereka (mahasiswa baru yang keberatan) bisa mengajukan keberatan dengan melampirkan data pendukung. Karena kita berdasarkan indikator kemiskinan dari BPS dan formulir isian mahasiswa baru saat mendaftar ulang. Setelah itu kita masukan dalam formula,” ungkap Prof Zamrun.

Mantan Dekan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA) Universitas Halu Oleo ini menjabarkan ada delapan kategori penerima UKT. 

Kategori 1(UKT Rp 500 ribu), kategori 2 (Rp 1 juta), kategori 3 (Rp 1,5 juta), kategori 4 (Rp 1,75 juta), kategori 5 (Rp 2,5 juta), kategori 6 (Rp 3,5 juta), kategori 7 (Rp 7 juta) dan kategori 8 (Rp 7,5 juta).

Kategori ada 8, kategori 1, 2 ,3 masuk kategori tidak mampu, 4 itu batas mampu dengan tidak mampu, 5 diatas tidak mampu sedikit, 6 agak menengah, dan 7, 8 itu bagi yang mampu.

“Namun Rata-rata UKT di UHO sebesar Rp 3 juta. Ini menandakan kondisi masyarakat kita ekonominya masih menengah kebawah. Banyak yang kategori 2, 3, 4, 5. Itu persentasenya sebanyak 80 persen yang UKT nya segitu. UKT ini berlaku tahun berjalan,” tandasnya. (Kn)

Tinggalkan Balasan