KENDARINEWS.COM–Jejak pengabdian Umar Arsal saat menjabat sebagai anggota DPR RI, begitu nyata dirasakan dampaknya bagi masyarakat Sulawesi Tenggara. Manfaat dari kerja-kerja politisi Partai Demokrat itu, begitu terlihat hingga saat ini. Salah satu yang merasakan sentuhan dermawan dan humanis Umar Arsal yakni warga asal Desa Ambepua, Kecamatan Ranomeeto, Kabupaten Konawe Selatan bernama Riana Fiudin dan suaminya Muhammad Habil.

7 Maret 2016 sekitar pukul 12.30 Wita, Riana Fiudin melahirkan anak kembar empat di Rumah Sakit Bahteramas. Saat melahirkan, Riana menjalani operasi yang dipimpin langsung dr. Yulia. Anak mereka lahir dalam keadaan normal dan langsung dimasukan ke dalam incubator berbeda di ruangan Intensive Care Unit (ICU).
Usai melahirkan, Riana bersama sang suami Habil tidak bisa keluar bersama empat buah hatinya, karena terkendala biaya.
Umar Arsal menerima informasi dari salah seorang kerabat, bahwa ada ibu Riana Fiudin melahirkan anak kembar empat di Rumah Sakit Bahtermas Provinsi Sulawesi Tenggara, namun tidak bisa keluar karena terkendala biaya. Mendengar keluhan tersebut, Umar Arsal sigap ke Rumah Sakit Bahteramas menemui kedua orang tua anak empat kembar tersebut.
“Saya juga melihat langsung anak kembar empat. Saat itu dimasukkan dalam tabung khusus bayi,” kisah Umar Arsal.
Usai menjenguk bayi kembar empat dari pasangan orang tua Muhammad Habil dan Riana Biudin, kemudian Umar Arsal menemui pihak Rumah Sakit untuk memberikan jaminan agar bisa keluar.
“Saya bilang sama pihak Rumah Sakit agar empat anak kembar ini dikeluarkan. Saya yang jamin dan saat itu juga saya bantu biaya administrasi,” ujar Umar.
Saat mengunjungi anak kembar empat di Rumah Sakit Bahtermas, Umar Arsal turut serta mengajak wartawan dari Koran Harian Kendari Pos, Rakyat Sultra dan media lain, dengan tujuan bisa diberitakan ke publik untuk mengundang simpati pemerintah.
“Saya sampaikan kepada media bahwa keluarga Muhammad Habil dan istrinya Riana Biudin adalah keluarga tidak mampu yang membutuhkan uluran bantuan,” ujar Umar Arsal.
Tak berselang lama usai diberitakan oleh media, bantuan datang berbondong-bondong untuk keluarga anak kembar empat tersebut.
“Saya masih ingat salah satu yang turut membantu yaitu ibu-ibu Dharma Wanita, Ibu Bupati Konawe Selatan,” turut Umar Arsal.
Umar Arsal mengatakan, peran media saat itu sangat membantu mempercepat penanganan anak kembar empat tersebut.
“Dampak dari pemberitaan media yang salah satunya Kendari Pos, akhirnya jadi viral dimana-mana. Sehingga banyak bantuan berdatangan,” kisah Umar Arsal.
Tak berselang lama sekira sebulan setelah kelahiran anak kembar empat tersebut, juga ada anak kembar siam yang dilanda masalah kesulitan keluar rumah sakit akibat biaya administrasi melahirkan yang belum lunas.
“Saya bicara lagi di media akhirnya viral, dan anak kembar siam yang saat itu dirawat di Rumah Sakit Soetomo, Kota Surabaya, Provinsi Jawa Timur, akhirnya bisa terbantu biayanya,”
Umar Arsal mengatakan, fenomena masalah di tengah masyarakat tidak mampu membayar seperti kasus seorang ibu melahirkan, tidak perlu terjadi jika pemerintah bersama DPR mengalokasikan anggaran kesehatan khusus bagi mereka yang kurang mampu.
Jikar terpilih menjadi anggota DPR RI mewakili rakyat Sultra di senayan, Umar Arsal komitmen kemudahan biaya pengobatan di Rumah Sakit. Tak hanya itu, masalah masyarakat ketika hendak berobat yang tidak memiliki tempat menginap, akan disediakan “Rumah Singgah”.
“Biasanya kalau datang berobat di Kendari, seperti penyakit jantung bocor atau operasi mata katarak, diawali dengan konsultasi. Artinya belum menginap. Nah, nantinya bisa menggunakan rumah singgah sebagai tempat tinggal sementara. Ini lebih efeketif ketimbang mengeluarkan biaya lagi untuk sewa hotel atau penginapan,” turut Umar Arsal.
Tujuan pengadaan Rumah Singgah bukan saja diperuntukkan bagi yang akan berobat di Kota Kendari. Tetapi bagi warga yang transit dengan tujuan keluar Provinsi, bisa menempati Rumah Singgah.
“Nantinya selama di rumah singgah berbagai fasilitas akan disediakan, termasuk konsumsi. Tujuannya agar warga bisa merasakan kenyamanan selayaknya mereka berada di rumah sendiri,” pungkasnya.
Terpisah, ayah kembar empat Muhammad Habil menuturkan, karena keterbatasan ekonomi, dia mengalami kesulitan untuk biaya persalinan anaknya. Sehingga saat itu dia meminta bantuan kepada Umar Arsal.
“Saya telepon Pak Umar Arsal pagi hari sekitar pukul 08.30 Wita. Alhamndulillah kami dibantu, dan sorenya saya bersama istri dan empat bayi kami langsung keluar,” kata Habil kepada Kendari Pos, Minggu (10/12).
Bekerja sebagai cleaning servis, Habil saat itu merasa sangat terdesak ketika kesulitan ekonomi untuk biaya anak kembar empatnya. Sehingga dengan bantuan Umar Arsal, Habil mengaku sangat terbantu dan tidak menyangka respon Umar Arsal begitu responsif ketika dia meminta pertolongan.
“Sampai saat ini, sikap dermawan Umar Arsal yang telah membantu saya tak akan pernah saya lupakan. Bukan apa-apa, tetapi tanpa bantuan Pak Umar Arsal mungkin kami akan tinggal berhari-hari di Rumah Sakit. Terima kasih Pak Umar Arsal,” ujar Habil.
Habil mengatakan, anak kembar empatnya yang lahir 7 Maret 2016 lalu telah berumur 7 tahun. Saat ini empat anaknya yang semua berjenis kelamin perempuan itu, telah bersekolah di Sekolah Dasar 2 Ranomeeto Kabupaten Konawe Selatan.
“Alhamndulillah mereka sudah kelas 2 SD. Semuanya tumbuh sehat wal afiat,” tandas Habil.
Sementara itu kakek anak kembar empat, Muhammad Haris menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Umar Arsal yang telah turut membantu biaya persalinan cucunya. Dia tidak menyangka Umar Arsal spontanitas datang membantu saat dimintai pertolongan disaat ekonomi yang begitu sulit kala itu.
“Sosok Umar Arsal contoh sebagai wakil rakyat yang sangat mengayomi masyarakat. Ketokohan Umar Arsal patut dicontoh oleh anggota DPR RI mapun pejabat lainnya. Mudah-mudahan beliau (Umar Arsal) terpilih lagi di Pemilu 14 Ferbruari 2024 nanti,” kata Muhammad Haris kepada Kendari Pos, Minggu (10/12).
Muhammad Hadis mengaku ke empat cucunya telah tumbuh besar. Mereka bernama bernama Afifah, Aliya, Alsyah, dan Aida.
“Ada dua yang saya rawat sejak bayi hingga saat ini saya yang biayai. Jumlahnya dua orang atas nama Afifah dan Alsya,” pungkas Muhammad Haris. (KN).










































