Sulta Ekspor Jagung dan Rumput Laut ke China dan Malaysia

KENDARINEWS.COM–Provinsi Sulawesi Tenggara kembali mengekspor produk unggulan komoditi jagung dan rumput laut ke negara China dan Malaysia.

Ekspor jagung dan Rumput laut hasil produksi Kabupaten Buton utara langsung dilakukan Gubernur Sultra, Ali Mazi bersama Wakil Menteri Desa, Pembangunan Daerah, Tertinggal dan Transmigrasi (Wamende PDTT) Republik Indonesia (RI), Prof. H. Paiman Raharjo.

Gubernur Sultra, Ali  Mazi mengatakan, Provinsi Sulawesi Tenggara memiliki potensi komoditi pertanian yang sangat besar, baik sub sektor tanaman pangan, tanaman perkebunan maupun Holtikultura. hampir separuh penduduk Provinsi Sultra memiliki mata pencaharian di sektor pertanian. Untuk itu, pemerintah daerah di Sultra terus berupaya mendorong peningkatan kesejahteraan petani, salah satunya melalui kegiatan ekspor.

Lanjutnya kegiatan ekspor memiliki peranan  sangat penting  sebagai salah satu variabel injeksi pertumbuhan ekonomi nasional   dan negara. Bila kegiatan ekspor suatu daerah dan negara meningkat, maka perekonomian daerah dan negara  akan lebih meningkat lagi karena adanya proses multiplier dalam kegiatan perekonomian.

“Kegiatan pelepasan ekspor produk unggulan Buton Utara yang kita laksanakan ini, merupakan suatu pencapaian karna berdampak pada roda perekonomian bagi daerah pengekspor dan daerah lainnya,”ujar Ali Mazi.

Oleh karna itu, kata dia penting bagi seluruh stakeholder yang terlibat, baik pemerintah pusat dan daerah maupun pengusaha, agar benar-benar berkomitmen dan terus  mempersiapkan diri dalam rangka menjaga keberlangsungan kegiatan ekspor kedepan.

“Semoga pencapaian ekspor dapat lebih ditingkatkan lagi kedepan oleh semua pihak yang telah berperan aktif dalam mendorong peningkatan kegiatan pertanian, industri dan perdagangan komoditi unggulan Sultra baik di dalam negeri maupun ke manca negara. Semoga kita dapat terus berkolaborasi dan harmonisasi program atau kebijakan yang efektif serta produktif, demi mendorong pertumbuhan ekonomi daerah dan nasional agar lebih maju, mandiri dan berdaya saing secara berkelanjutan,”harapnya.

Sementara itu, Wamendes PDTT RI, Prof. H. Paiman Raharjo mengatakan, lahirnya Undang-Undang nomor 6 tahun 2014 tentang Desa,  yang dimiliki oleh desa yang bertujuan untuk meleminasi atau mereduksi problem sosial yang dihadapi masyarakat didesa yaitu persoalan kemiskinan dan pengangguran. 

Karena itu,  melalui Dana desa, tidak hanya melakukan kegiatan yang bersifat pembagunan fisik untuk melengkapi sarana dan prasarana. Namun, jauh dari itu Pemerintah desa juga dituntut untuk dapat melakukan kegiatan yang sifatnya mampu meningkatkan pertumbuhan Ekonomi melalui penempatan Potensi Sumber daya dalam menggerakkan semangat keberusahaan dan pengembangan ekonomi masyarakat.

“Kita tahu bersama, Desa memiliki beragam potensi sumber daya alam yang melimpah. Bahkam  berdasarkan data yang kami miliki dari 74.961, sebanyak 61.821 desa memiliki potensi pertanian. Kemudian 20.340 desa memiliki potensi perkebunan, 12.827 desa memiliki potensi perikanan, 7.275 desa memiliki potensi wisata, 64.584 desa memiliki potensi energi terbarukan. Serta 1,8 juta komunitas UKM berada didesa,”bebernya.

Oleh karna itu, Desa harus didorong untuk tidak hanya selalu menjual bahan baku atau komuditas saja. Tapi  peningkatan nilai tambah merupakan hal utama yang harus ditekankan oleh pelaku usaha didesa saat ini. Hal ini sejalan dengan arahan Bapak Presiden Jokowi,  Beliau menginginkan produk yang dihasilkan masyarakat desa tidak hanya dipasar domestik melainkan dapat masuk pasar ekspor. 

“Dalam konteks ini BUM desa dapat menjadi salah satu pelakunya atau sebagai korsidator produk unggulan diperdesaan,”jelasnya.

“Kami dari Kementerian desa pembanguanan daerah tertinggal dan transmigrasi sangat  mendukung desa-desa yang  berinisiatif sebagai spektrum pertumbuhan ekonomi khususnya pada kegiatan pengembangan dan irisasi pada peningkatan nilai tambah produk unggulan desa, dalam pelaksanaan kegiatan produk unggulan tersebut,”tambahnya.

Dalam kesepatan itu,  selaku perwakilan Kementerian Desa ia menyampaikan ucapan terima kasih kepada PT. Astra dan juga pemerintah Kabupaten Buton Utara (Butur)  yang telah membina dan  mengembangkan potensi UMKM-UMKM yang ada di daerah. 

“Dari penbinaan itu, sehingga masyarakat daerah kini bisa mengembangkan kearifan lokal dan potensi potensi yang ada di desa khususnya dalam mendorong potensi ekspor. Kita berharap kedepan ini bisa lebih ditingkatkan,”tukasnya. 

Bupati Buton Utara yang diwakili oleh wakil Bupati Buton Utara Ahali mengatakan, dengan dorongan dan bantuan pemerintah daerah kabupaten Buton Utara maka luas tanaman jagung kuning menjadi komoditas unggulan dan andalan di kabupaten Buton Utara. Adapun luas tanam jagung kuning saat ini di Kabupaten Buton Utara mencapai 570 hektar yang tersebar di 6 kecamatan dengan melibatkan 600 petani diseluruh Kabupaten Buton Utara.

“Untuk ekspor yang dilakukan saat ini  fokus di dua negar yakni Malaysia dan china. Kita ekspor jagung pipil kering sebanyak 200 ton senilai 1 Miliar ke Malaysia dan Rumput Laut 100 Ton senilai 2,5 Miliar ke Cina,”ujarnya.

Dijelaskan, tentunya dalam mendorong produksi pertanian di Butur, juga terdapat kendala yang di hadapi. Salah satunya karena masih rendahnya produktivitas jagung kuning yang hanya mencapai rata-rata 3 ton per hektar. Sementara rata-rata produksi jagung secara nasional berada dikisaran 7,2 ton per hektar.

“Kami tentu sangat mengapresiasi dan berterimakasih kepada PT Astra yang telah melakukan pendampingan pada 5 desa di kabupaten Buton Utara melalui program desa sejahtera Astra mulai dari hulu sampai hilir pada pengembangan jagung kuning,”ucapnya.

Ia juga berterimakasih atas suport dan kontribusi  berbagai pihak  dalam upaya membangun desa khususnya di kabupatena Butur yang  secara tidak langsung akan memberikan dampak positif kepada daerah dan masyarakat kabupaten Butur. 

” Hal ini merupakan salah satu goal pemerintah kabupaten Butur, yang berfokus pada 3 hal utama yakni perbaikan infrastruktur, pengembangan sumber daya manusia dan peningkatan ekonomi,”pungkasnya. (rah/adv)

Ketgam : Gubernur Sultra bersama Wamende RI, Wakil Bupati Butur dan pejabat terkait melakukan pengguntingan pita sebagai penanda pelepasan ekspor jagung dan rumput laut DSA Kabupaten Butur.

Tinggalkan Balasan