Dipersulit Klaim BPKB, Nasabah Keluhkan Layanan BCA Finance Kendari

KENDARINEWS.COM – Nasabah BCA Finance Kendari berinisial M mengeluhkan layanan pengambilan (klaim) BPKB diperusahaan pembiayaan tersebut. M merasa dirugikan karena hingga kewajiban melunasi angsuran diperusahaan tersebut telah ditunaikan, BPKB yang diharapkan tak kunjung diterima.

M berkisah soal hubungan dengan perusahaan pembiayaan tersebut berawal pada tahun 2018, ketika M dan suaminya dipertemukan dengan pria berinisial Yusran Maulana yang menawarkan mereka kesempatan untuk melanjutkan angsuran atau “take over” sebuah mobil Honda Jazz.

Tanpa curiga, M dan suaminya menandatangani perjanjian dengan Yusman Maulana pada 10 Juni 2018. Namun, apa yang terjadi kemudian menjadi sebuah teka-teki yang belum terselesaikan hingga saat ini.

Ternyata, dalam proses pengambilan mobil, terdapat ketidaksesuaian data antara informasi yang diberikan oleh Yusman Maulana dan data sebenarnya.

Jumlah angsuran yang seharusnya telah dibayarkan ternyata berbeda, dan ditemukan pula denda sebesar Rp 5 juta yang harus ditanggung oleh M dan suaminya.

Dugaan konspirasi dan ketidakprofesionalan pun bermunculan di tengah kasus ini. Meskipun M telah menyelesaikan seluruh kewajibannya dalam “take over” mobil, BCA Finance diduga sengaja mempersulitnya dengan berbagai alasan, termasuk denda dan perbedaan data.

M mulai curiga apakah ada motif tersembunyi di balik penolakan BCA Finance untuk menyerahkan BPKB miliknya. Yang menambah kehebohan, terungkap bahwa pemilik mobil, Yusman Maulana ternyata adalah seorang debt kolektor di BCA Finance.

Keterlibatannya dalam masalah ini menimbulkan pertanyaan apakah ada peran khusus yang dimainkan di balik penolakan BCA Finance untuk menyerahkan BPKB yang seharusnya telah menjadi hak M setelah melunasi mobil sesuai perjanjian.

Dugaan lain yang mencuat adalah adanya kesalahan administrasi atau kecerobohan dari pihak BCA Finance dalam proses pengajuan kredit awal.

Hal ini menimbulkan pertanyaan mengapa terjadi perbedaan data antara yang tertera dalam sistem mereka dengan data yang tercantum dalam KTP saat ini, dan apakah hal tersebut berpengaruh dalam penolakan BCA Finance untuk menyerahkan BPKB kepada M.

Pengacara M, Eti SH, MH, menyatakan akan segera mengkonfirmasi permasalahan ini dengan pihak BCA Finance setelah bertemu dengan Yusman Maulana sebagai pemilik mobil. Publik menantikan perkembangan lebih lanjut dalam kasus ini dan berharap keadilan akan segera terwujud bagi M dan keluarganya.

Sementara itu, BCA Finance Kendari tidak mengeluarkan keterangan saat dihubungi pewarta kendarinews.com. (KN)

Tinggalkan Balasan