Bupati Ahmad Safei Sukses Tekan Stunting

KENDARINEWS.COM–Komitmen Safei untuk menekan stunting bukan isapan jempol belaka. Berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI), angka prevalensi stunting di Kabupaten Kolaka berhasil ditekan. Angka prevalensi stunting yang mencapai 36,1 persen di tahun 2019 turun menjadi 26,5 persen di tahun 2021. Di tahun 2022 terus ditekan dan turun menjadi 22,6 persen.

Safei mengatakan, keluarga adalah tonggak pertama yang harus bisa mencegah terjadinya stunting, melalui pencegahan sejak sebelum perkawinan sampai 1.000 fase kehidupan. Olehnya itu, dirinya mengingatkan pentingnya pembangunan keluarga.

“Keluarga adalah tiang negara. Apabila sejahtera keluarganya maka sejahtera pula bangsa ini. Pembangunan keluarga tidak hanya meliputi pembangunan fisik, namun pembangunan kesehatan dan mental menjadi suatu hal yang mendasar. Sebagai institusi terkecil dalam masyarakat, keluarga menjadi pondasi penting awal pembangunan karakter bangsa,” kata Safei saat tutur Safei saat menghadiri pertemuan pelayanan KB serentak sejuta akseptor (PSA) dalam rangka hari keluarga nasional (Harganas) ke-30 tahun 2023, yang dilaksanakan di Kantor Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kolaka, beberapa waktu lalu.

Kesuksesan Pemkab Kolaka dalam menekan stunting diakui oleh Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra). Pengakuan itu ditandai dengan dinobatkannya Kabupaten Kolaka sebagai peringkat pertama stunting award se-Sultra (aksi pencegahan dan penanganan stunting). Ketika itu penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Gubernur Sultra Ali Mazi saat musrenbang dalam rangka penyusunan rencana kerja pemerintah daerah (RKPD) Provinsi Sultra tahun 2024, yang digelar di Kota Baubau, beberapa waktu lalu.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kolaka, Harun Masirri mengungkapkan, saat ini angka stunting di Bumi Mekongga sesuai data SSGI tercatat 22,6 persen dan data Elektronik – Pencacatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (E-PPGBM) 10,8 persen atau 1.289 balita dari 11.901 balita ukur. Ia mengatakan, kesuksesan Pemkab dalam menekan stunting tidak lepas dari arahan Bupati Kolaka, H Ahmad Safei.

Harun menuturkan, Pemkab Kolaka terus berupaya untuk melakukan penanganan stunting. Kata dia, dalam penanganan tersebut Pemkab melibatkan semua elemen masyarakat lintas sektor yang ditangani secara konfergensi melalui intervensi sensitif dan intervensi spesifik yang dilaksanakan, terutama pada 1.000 hari pertama kehidupan.

Untuk memaksimalkan pencegahan, kata Harun, pihaknya sangat memerhatikan kebutuhan gizi balita dan ibu hamil. “Kami melakukan intervensi gizi dengan memberikan penanganan terhadap balita beresiko stunting dengan memberikan susu dan telur. Kami juga memberikan abon ikan dan susu kepada ibu hamil yang kekurangan energi kronis (KEK), bebernya. (fad/kn)

Tinggalkan Balasan