Kesos Fisip UHO Bidik Akreditasi Unggul

KENDARINEWS.COM–Selain sebagai pengakuan kelayakan lembaga, akreditasi sangat penting bagi mahasiswa, khususnya alumni saat bersaing dalam bursa kerja. Atas dasar itulah, Program Studi (Prodi) Kesejahteraan Sosial (Kesos) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Halu Oleo (Fisip UHO) terus berupaya dalam meningkatkan kualitas dan mutu melalui akreditasi. Saat ini, jurusan tersebut tengah mengajukan reakreditasi dari A ke unggul.

Koordinator Program Studi (Kaprodi) Kesejahteraan Sosial Fisip UHO, Dr. Darmin Tuwu, S.Sos, M.A mengatakan bahwa pihaknya sudah mengajukan Instrumen suplemen konversi (ISK). “Dimana ISK sendiri adalah instrumen yang diusulkan oleh Dewan Eksekutif BAN-PT dan ditetapkan oleh majelis Akreditasi BAN-PT yang khusus digunakan untuk konversi peringkat dari sistem peringkat A, B dan C ke sistem peringkat unggul, baik sekali, dan baik,” terangnya.

Darmin Tuwu, juga menjelaskan, bahwa akreditasi menjamin dan memastikan mutu Prodi dan Institusi, baik dalam bidang akademik maupun non akademik untuk melindungi kepentingan mahasiswa dan masyarakat. “Jadi saat ini kami sementara menunggu hasil ISK. Kita berharap semoga naskah ISK dapat diterima dan mendapatkan nilai bagus,” jelasnya.

Ketua Jurusan Sosiologi Fisip UHO, Sarmadan, S.Sos., M.Si., mengungkapkan, Jurusan Sosiologi membawahi dua Prodi yakni Kesejahteraan Sosial dan Sosiologi. “Kedua Prodi tersebut saat ini masih menunggu hasil ISK,” ungkapnya.

Terkait kapan hasil reakreditasi dikeluarkan ISK, pihaknya belum mengetahui kapan kepastian waktunya. “Kita tunggu saja, semoga kedua Prodi tersebut meraih akreditasi unggul. Saat ini kedua Prodi tersebut masih menyandang akreditasi A. Kita berharap hasilnya sesuai dengan apa yang kita harapkan,” ucapnya.

Untuk mencapai target unggul, lanjut dia, tentunya ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi sesuai dengan ketentuan BAN-PT, yakni keberimbangan tenaga pengajar dosen dengan banyaknya mahasiswa, sarana dan prasarana serta sumber daya manusia (SDM) bergelar doktor dan profesor. “Selain kualitas SDM, untuk mencapai akreditasi unggul harus didukung dengan berbagai fasilitas sarana prasarana penunjang kegiatan perkuliahan mahasiswa, kurikulum, manajemen mutu serta alumni yang diserap dunia kerja,” katanya.

Ia juga berharap agar dapat meraih akreditasi unggul. “Istilah akreditasi sekarang itu sudah berubah menjadi baik sampai unggul, inilah yang sementara kita gejot, sehingga kita bisa meraih unggul. “Saya sangat berharap unggul. Apalagi dilihat dari sarana maupun prasarana kita itu cukup memadai. Akreditasi juga sangat penting sekali untuk keberlangsungan lembaga. Salah satunya untuk menjamin kualitas dan mutu dari lulusan dari perguruan tinggi,” harapnya. (win/KN)

Tinggalkan Balasan