oleh

TPP ASN Konawe Rp 37 Miliar

KENDARINEWS.COM– Dita­hun ini, Pemkab mengalokasikan dana dari APBD Konawe untuk membayar tambahan penghasilan pegawai (TPP) bagi ribuan ASN sebesar Rp 37 miliar.

Sekretaris kabupaten (Sekab) Konawe, Fer­dinand Sapan, mengatakan, pen­gukuran TPP itu setidaknya ada dua. Yakni, terkait dengan kedisi­plinan dan kinerja para pegawai. Mengenai kedisiplinan, menurut­nya, bukan hal sulit untuk men­gukurnya. Adapun dari aspek kinerja, formulanya berdasarkan capaian kinerja atau analisis be­ban kerja yang harus diselesaikan oleh pegawai.

“Kalau itu tercapai dan kinerjanya bagus, itu menjadi tolak ukurnya. Kalau masalah disiplin, kan gam­pang mengukurnya,” ujar Ferdinand Sapan, Kamis (19/1).

Ia menuturkan, sesuai mekanisme, pembayaran TPP ASN harus terlebih dulu menda­pat persetujuan dari Kemendagri. Katanya, pengajuan rekomendasi tersebut saat ini masih berproses. Dalam bulan Januari ini pula, se­luruh kelengkapan yang menjadi syarat pembayaran TPP ASN akan dibawa ke Jakarta.

“Sehingga sepertinya untuk TPP ASN Januari, belum bisa dibayar­kan. Sebab rekomendasi itu tidak bisa berlaku surut. Jadi misalnya direkomendasikan di Februari, maka efektifnya TPP itu akan diba­yar pada Februari mendatang,” un­gkapnya.

Ia menambahkan, untuk ab­sensi TPP tidak dilakukan se­cara manual. Pemkab beren­cana menggunakan aplikasi via ponsel Android. Ferdinand Sapan menyebut, absensi mela­lui aplikasi bisa memudahkan dalam mengontrol kedisiplinan seorang pegawai. Absensi terse­but, bisa menjadi pengurang besaran TPP. Jika pegawai harusnya efektif 25 hari kerja, namun ternyata ab­sensinya dibawah itu, maka bisa mengurangi TPP yang bakal di­terima setiap ASN.

“TPP itu ada hitungan atau grade tersendiri. Tidak semua pegawai itu akan menerima sama. Jadi, berdasarkan beban kerja dan lain sebagainya,” be­bernya.

Mantan Kepala BPKAD Konawe itu menerangkan, Pem­kab telah memiliki hitungan terkait besaran TPP ditahun 2023. Anggaran yang dipor­sikan, yakni sebesar Rp 37 mil­iar untuk membayar TPP ASN selama satu tahun.

Nominal itu, bahkan dimungkinkan menga­lami peningkatan selama daer­ah akhirnya punya pendapatan lebih dari sumber-sumber PAD.

“Harapannya dengan adanya pemberian TPP ASN itu, kita in­gin para pegawai memberikan kontribusi positif terhadap dae­rah. Dengan kontribusi positif itu, jasa terhadap pegawai itu juga lebih dihargai. Sehingga kesejahteraannya dari sisi nilai kita upayakan bisa terakomoda­si,” tandas Ferdinand. (KN)

Komentar

Tinggalkan Balasan