oleh

DPPKB Konawe Intervensi Sensitif Cegah Stunting

KENDARINEWS.COM — Stunting menjadi isu strategis yang menjadi prioritas skala nasional. Hal itu ditandai dengan dimasukkan aksi pencegahan stunting kedalam rencana pembangunan jangka menengah nasional (RPJMN) 2020-2024. Pemerintah Kabupaten Konawe kini fokus melakukan intervensi guna menekan kasus stunting.

Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Konawe, Tam Sati Sam mengatakan, stunting dapat menjadi prediktor rendahnya kualitas sumber daya manusia (SDM) yang berpengaruh terhadap keberlanjutan suatu bangsa. Sehingga, penanggulangan stunting menjadi persoalan krusial guna menghindari dampak besar di masa depan.

Katanya, permasalahan stunting tidak bisa hanya diselesaikan melalui program gizi saja. Namun, harus terintegrasi dengan program lainnya. “Stunting merupakan persoalan yang kompleks. Semua stakeholder terkait harus melakukan intervensi gizi secara terkoordinir kepada sasaran prioritas,” ujar mantan Camat Amonggedo itu, Rabu (14/9).

Di tempat yang sama, Kepala Bidang (Kabid) Ketahanan Keluarga Sejahtera (KKS) DPPKB Konawe, Ismail SKM menuturkan, lembaganya lebih condong melakukan intervensi pendukung untuk penurunan kecepatan stunting (intervensi sensitif, red) dalam menyikapi kasus stunting di daerah berjuluk lumbung beras Sultra tersebut. Intervensi sensitif oleh DPPKB Konawe itu dilakukan lewat surveilance terhadap para keluarga beresiko stunting. “Kita lakukan penyuluhan terkait perubahan perilaku mereka sehari-hari. Yang mana, sasarannya itu ialah calon pengantin, ibu hamil, serta para balita,” bebernya.

Ismail menambahkan, aksi surveilance oleh DPPKB Konawe, melibatkan tim pendamping keluarga sebanyak 1.059 orang dan disebar di 29 kecamatan se-Konawe. Setiap desa paling sedikit diisi tiga tenaga pendamping keluarga yang bertugas memberikan edukasi bagi calon pengantin beresiko stunting, ibu hamil, maupun pasca melahirkan. “Team pendamping lapangan tersebut juga melakukan survei angka stunting. Hasilnya itu kemudian kita masukkan kedalam sistem aplikasi online satu data. Jadi, perkembangan stunting bisa kita lihat disitu,” tandasnya. (kn)

Komentar

Tinggalkan Balasan