oleh

Kery Target Hasilkan 9.000 Anakan Sapi IB

KENDARINEWS.COM — Program prioritas yang dikembangkan Bupati Konawe Kery Saiful Konggoasa di sektor peternakan, mulai menampakkan hasil. Lewat metode kawin suntik alias inseminasi buatan (IB) yang digalakkan, Kery menargetkan populasi sapi IB di otoritanya bisa mencapai 9.000 ekor.

Indukan sapi seberat 1 ton yang dikembangbiakkan peternak di Kelurahan Arombu Kcamatan Unaaha. Saat idul adha kemarin, sapi itu dibeli oleh Presiden RI Joko Widodo untuk dikurbankan di Kabupaten Buton.

Bupati Konawe Kery Saiful Konggoasa mengatakan, Pemkab telah menargetkan bisa menghasilkan 9 ribu anakan sapi IB. Ia pun mengaku, persoalan peternakan di Konawe masih menjadi prioritas. Apalagi selain sebagai daerah lumbung beras, Kery juga punya obsesi besar menjadikan Konawe sebagai sentra penghasil daging. Apalagi menurutnya, permintaan pasokan daging tak bisa lepas dari tingginya kebutuhan manusia.

Bupati Konawe Kery Saiful Konggoasa (dua dari kiri), menemui aparat pemerintahan di Kecamatan Kapoiala dan mengingatkan untuk mendukung program IB.

“Inilah yang kita terus lakukan. Kelompok ternak sapi di Konawe ini jumlahnya ratusan. Ini yang akan kita bantu untuk program IB-nya,” ujar Konawe-1 itu.

Sementara itu, Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) Konawe, Jumrin mengemukakan,
pengembangbiakan sapi lebih maksimal lewat metode IB. Sperma beku yang disuntikkan ke rahim sapi betina memiliki keunggulan dari segi kualitas dan dipilih dari keturunan berbeda.

“Program IB telah kami lakukan sejak 2018. Berkat program ini, populasi sapi pedet di Konawe sekarang mencapai 61 ribu ekor. Makanya, tahun ini kami akan lakukan lagi untuk sembilan ribu ekor sapi,” bebernya.

Indukan sapi seberat 1 ton yang dikembangbiakkan peternak di Kelurahan Arombu Kcamatan Unaaha. Saat idul adha kemarin, sapi itu dibeli oleh Presiden RI Joko Widodo untuk dikurbankan di Kabupaten Buton.

Jumrin menambahkan, tidak semua sapi betina produktif di Konawe bisa dijangkau metode kawin suntik tersebut. Terutama, ternak yang berada pada wilayah yang sulit dijangkau petugas IB. Diantaranya, ternak di kecamatan Asinua, Latoma dan Routa.

“Proses pembuntingan sapi itu makan waktu 9 bulan. Yang penting kita kasi bunting terus, nanti kita hitung juga berapa anakan sapi IB yang lahir,” tuturnya.

Ia juga menyebut, pemkab Konawe saat ini berupaya menyiapkan pakan ternak sapi milik warga. Pakan itu berupa bibit unggul dari tiga jenis rumput, yakni rumput gajah, Setaria dan rumput bede. Hal itu dimaksudkan agar peternak di Konawe tidak kesulitan dalam kesediaan pakan ternak. Dengan demikian, peternak tidak kesulitan mencari rumput sehingga pengembangbiakan sapi bisa lebih cepat.

“Perawatan rumput tersebut sangat gampang. Yang penting bagaimana caranya kita menjiwai tanaman. Mulai dari proses tanamnya, menyiangi, serta memupuk sehingga bibit rumput dapat tumbuh dengan baik,” tandasnya. (kn)

Komentar

Tinggalkan Balasan