oleh

Perpusnas Gelar Bimtek Strategi Pengembangan Perpustakaan di Sultra

KENDARINEWS.COM — Perpustakaan Nasional RI (Perpusnas) saat ini tengah didorong menjadi pelopor gerakan literasi untuk memperbaiki kesejahteraan rakyat.

Bappenas bahkan mendukung dengan meluncurkan program Transformasi Layanan Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial ke dalam Rencana Kerja Pemerintah (RKP) 2019, dan menjadikan tema “Literasi Untuk Kesejahteraan” sebagai salah satu kegiatan Prioritas Nasional
pembangunan manusia.

Maka, salah satu upaya penting adalah mengubah paradigma perpustakaan dari gudang buku menjadi perpustakaan yang dapat memberdayakan masyarakat dengan pendekatan teknologi informasi.

Transformasi perpustakaan memiliki peran signifikan meningkatkan kemampuan masyarakat, sehingga mereka mampu mengubah kualitas hidupnya menjadi lebih
baik. Peran perpustakaan harus ditingkatkan sebagai wahana pembelajaran bersama untuk mengembangkan potensi masyarakat.

Selain menyediakan sumber-sumber bacaan informasi dan pengetahuan, perpustakaan juga memfasilitasi masyarakat dengan berbagai kegiatan pelatihan dan keterampilan untuk pemberdayaan sosial ekonomi masyarakat.

Demi mendukung tercapainya program tersebut, Perpusnas mengadakan Bimtek Strategi Pengembangan Perpustakaan dan Teknologi Informasi dan Komunikasi Untuk Layanan Perpustakaan di Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra). Bimtek dimulai 19 – 22 April 2022 di Claro Kendari.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sultra, Nur Saleh menyambut baik pelaksanaan Bimtek yang digelar Perpusnas di Sultra. Menurutnya, kegiatan tersebut sangat positif dalan rangka pengembangan pengelolaan perpustakaan di Sultra. Terlebih saat ini di Sultra perpustakaan menjadi salah satu icon pembangunan Gubernur dan Wakil Gubernur Sultra, H. Ali Mazi – H. Lukman Abunawas.

“Kita ingin membangun image masyarakat terhadap perpustakaan bahwa saat ini perpustaakan bukan hanya sebagai gudang buku, tapi kini perpustakaan bisa menjadi pusat kegiatan masyarakat sehingga bisa meningkatkan harkat dan martabat rakyat dan bisa bersaing secara global,” kata Nur Saleh.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Perpusnas Muhammad Syarif Bando dalam arahan pembukanya mengatakan dalam memberikan layanan kepada pemustaka, pemerintah dalam hal ini perpustakaan wajib menyesuaikan dengan kemajuan TIK yang terjadi saat ini.

“Transformasi layanan perpustakaan berbasis inklusi sosial menitikberatkan pada peningkatan kapasitas pengelola perpustakaan agar layanan perpustakaan mampu memahami kebutuhan masyarakat, memberikan inovasi layanan dengan pelibatan masyarakat serta membangun kerja sama dengan berbagai pihak untuk mewujudkan layanan perpustakaan yang sesuai kebutuhan masyarakat,” ujar Kepala Perpusnas.

Bimtek bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan pengelola perpustakaan umum
di daerah tentang strategi pengembangan perpustakaan umum berbasis inklusi sosial dengan memberdayakan teknologi informasi.

Materi bimtek mencakup strategi pelibatan masyarakat, strategi peningkatan layanan informasi, strategi advokasi perpustakaan, penggunaan sistem informasi manajemen untuk pendokumentasian kegiatan perpustakaan, identifikasi dampak layanan perpustakaan, TIK dasar dan penyusunan rencana kegiatan transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial dalam situasi kenormalan baru akibat pandemi Covid-19.

Selain itu, pelaksanaan Bimtek ini juga diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan
pengelola perpustakaan umum di daerah peserta terkait keterampilan dasar dan variasi metode fasilitasi dalam mewujudkan transformasi layanan perpustakaan
umum.

Dengan pembekalan yang diberikan melalui Bimtek Strategi Pengembangan Perpustakaan dan TIK diharapkan dapat membantu meningkatkan SDM pengelola perpustakaan sehingga mendorong tercapainya tujuan Program Transfomasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial yang berkontribusi dalam memperbaiki kesejahteraan rakyat untuk Indonesia maju. (ags)

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed