Tingkatkan Kualitas Penelitian, UMW Aktifkan Komite Etik

KENDARINEWS.COM — Komite etik penelitian tentu menjadi hal penting setiap universitas dalam mengawasi penelitian agar dilaksanakan sesuai dengan prinsipprinsip yang telah ditetapkan. Universitas Mandala Menyadari hal itu, Waluya (UMW) mengaktifkan kembali Komite Etik Penelitian yang sebelumnya vakum. Langkah ini dilakukan sebagai upaya mendukung terciptanya kampus berdaya saing. Mengoptimalkan Komite Etik Penelitian, UMW menggelar workshop yang melibatkan dosen terkait peningkatan pengetahuan dan pemahaman tim pengelola komite etik dan tim penelaah protokol usulan proposal penelitian dosen dan mahasiswa lingkup UMW, di Aula UMW, Kamis (17/2).

Suasana workshop peningkatan pengetahuan dan pemahaman tim pengelola komite etik
dan tim penelaah protokol usulan proposal penelitian dosen dan mahasiswa lingkup
UMW, di Aula UMW, Kamis (17/2).

Rektor UMW Kendari, Dr. Ratna Umi Nurlila, S. Si., M. Sc., mengatakan pengaktifan kembali komite etika penelitian sebagai salah satu langkah untuk pengawasan terkait dengan etik penelitian, khususnya yg berkaitan dengan manusia atau hewan dalam objek penelitian. “Karena banyaknya penelitian yang kita lakukan berkaitan dengan objek manusia dan hewan maka penting bagi kita untuk kembali mengaktifkan komite etik,” beber Ratna Umi Nurlila, kemarin. Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) UMW, La Djabo Buton, SKM., M. Kes., mengatakan dengan workshop ini, tim sekertariat, sekertaris dan tim telaah komite etik bisa lebih memahami tugasnya masingmasing. “Harapan kita di tahun 2022 paling lambat Maret kita sudah bisa melakukan kegiatan tim komite etik untuk penelitian di dilingkungan UMW maupun penelitian dari luar UMW. Kita sementara proses untuk pengusulan pendaftaran komite etik di kementerian. Hal ini agar nanti hasil dari Komite etik UMW diakui secara nasional,” ujarnya.

Di tempat yang sama Kepala Program Studi Kesehatan Masyarakat (Kesmas) UMW, Dr. Rahmawati SKM., M. Kes., yang merupakan narasumber dalam workshop mengatakan, Kode Etik Penelitian tentu sangat penting untuk diaktifkan kembali. Dimana UMW sudah ada timnya sejak 2018 namun sampai saat ini belum difungsikan. Kegiatan ini sebagai salah satu upaya untuk mulai fungsikan kembali Tim Kode Etik Penelitian, mengingat saat ini untuk melakukan penelitian ada beberapa instansi yang mewajibkan kelayakan etik penelitian. “Kalau sudah ada layak etik dari Tim Kode Etik Penelitian, artinya ada keabsahan dan kelayakan penelitian yang akan dilakukan karena telah melewati pemeriksaan dan kelengkapan dari tim etik. Sebab instansi misalnya rumah sakit dan puskesmas saat ini sudah mengharuskan ada layak etik ketika kita masuk untuk meneliti di sana. Dan ini yang sementara di dorong oleh UMW,” tutupnya. (rah/b)

Tinggalkan Balasan