oleh

Antisipasi Klaster Baru, Dikbud Baubau Gerak Cepat


KENDARINEWS.COM — Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kota Baubau, bergerak cepat merespon kembali melonjaknya kasus Covid-19 di wilayah tersebut. Usai menerima instruksi langsung dari Plt. Wali Kota Baubau, La Ode Ahmad Moniase, Kadis Dikbud, La Ode Aswad, langsung mengumpulkan seluruh kepala sekolah. Sejumlah strategi pencegahan siap diterapkan dan diawasi lebih ketat lagi.

“Saya sudah rapat bersama para Kasek dan ada poin-poin penegasan yang harus mereka terapkan di sekolah. Terutama Prokes ketat, dimulai dari apel pagi sampai meninggalkan sekolah, itu harus terus diawasi,” tegas La Ode Aswad, Rabu (16/2). Seluruh sarana dan prasarana pendukung dalam upaya pencegahan penularan covid harus dipastikan berfungsi optimal. Mulai dari tempat cuci tangan, sampai dengan menjaga jarak.

La Ode Aswad

“Semuanya wajib memakai masker, mencuri tangan dan menjaga jarak baik itu dalam kelas atau di luar kelas,” katanya, mengingatkan. Lebih jauh ia menambahkan, setiap sekolah diwajibkan menyiapkan alat kesehatan standar yang lengkap di Unit Kesehatan Sekolah (UKS). “Terutama masker cadangan, jangan sampai ada yang lupa atau rusak. Kemudian harus selalu ada hand sanitizer,” sambungnya.

Selain penerapan Prokes ketat di sekolah, upaya lain Dikbud Kota Baubau menghalau penyebaran Covid-19 juga dilakukan dengan terus mendorong percepatan vaksinasi baik bagi anak usia 6-11 tahun maupun untuk guru dan tenaga kependidikan. “Vaksinasi tidak henti-hentinya kita dorong, apalagi PTK itu minimal hingga dosis II,” terangnya. Soal adanya siswa yang terpapar pada tiga sekolah saat ini, mantan Kepala Bappeda Baubau tersebut memastikan, pihaknya juga sudah melakukan langkah cepat mengatasinya.

“PTM kita hentikan sementara selama tiga hari sambil dilakukan tracking dulu,” jelasnya. Kebijakan meliburkan sekolah kata Aswad punya dasar aturan yang mengikat. Sesuai surat keputusan bersama (SKB) empat menteri, sekolah akan ditutup jika terjadi klaster di atas lima persen. “Saya mendapatkan laporan secara pasti. Tapi sudah ditangani oleh pihak Puskesmas terdekat, agar semua tidak panik terkait siswa yang terkena Covid-19. Percayakan kepada pemerintah dalam menangani kasus tersebut,” pungkasnya.

Untuk diketahui, sebelumnya Gugus Tugas Covid-19 merilis tiga orang pelajar di Kota Baubau terpapar virus. Ketiganya adalah masing-masing berasal dari SDN 2 Baubau, SDN 1 Lamangga dan SMPN 2 Baubau. (b/mel/lyn)

Komentar

Tinggalkan Balasan