oleh

Waspada Covid Varian Omicron!


KENDARINEWS.COM — Wabah Covid-19 telah bermutasi menjadi varian Omicron. Sama seperti varian Delta, Omicron memiliki tingkat penularan yang sangat cepat. Jika terpapar warga beresiko sakit ringan dan berat pada sistem pernapasannya. Meski belum terdeteksi di Kendari, Wakil Wali Kota dr. Hj. Siska Karina Imran mengimbau warga tetap waspada.

Menurut dr. Hj. Siska Karina Imran, wabah Covid-19 varian omicron memiliki tingkat penularan yang sangat cepat. Oleh karena itu, masyarakat diminta tetap mematuhi protokol kesehatan seperti memakai masker, cuci tangan, dan jaga jarak (Physical Distancing). “Harus patuhi prokes,” ujarnya kemarin.

Berdasarkan informasi yang didapatkannya dari Kemenkes dan Satgas Penanganan Covid-19 Kota Kendari, varian omicron belum terdeteksi di Kota Kendari. Karena varian tersebut berasal dari para pelaku perjalanan dari luar negeri, Siska pun meminta masyarakat untuk sementara tidak melakukan perjalanan ke luar negeri.

Ilustrasi

Sebaiknya ditunda dulu perjalanannnya (ke luar negeri) jika tidak ada urusan yang mendesak. Pemerintah juga saat ini sementara bekerja keras untuk mendeteksi penyebarannya omicron dan mengambil langkah pencegahannya. Kami harap varian omicron tidak masuk di Kendari. Olehnya itu kita harus waspada dan tetap patuhi protokol kesehatan,” kata Siska Karina Imran.

Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Kendari, drg. Rahminingrum mengatakan pihaknya hingga kemarin (05/01) belum menemukan kasus varian omicron di Kendari. Kendati demikian, penyebaran virus yang berasal dari para pelaku perjalanan keluar negeri itu berpotensi terjadi di Kendari. Pasalnya beberapa daerah (kota) besar ditanah air sudah teridentifikasi kasus transmisi lokal dan berpotensi menyebar didaerah lainnya.

“Kita tidak boleh panik, tapi juga tetap waspada. Mematuhi protokol kesehatan adalah salah satu cara yang bisa kita lakukan untuk mencegah penularan wabah ini,” kata Rahminingrum.

“Tetap pakai masker, rajin mencuci tangan dan menjaga jarak. Selain itu juga harus vaksin. Masyarakat harus mendapatkan vaksin dosis pertama dan kedua sebagai upaya melindungi dari dari penularan virus corona dan berbagai variannya,” pungkasnya. (b/ags)

Komentar

Tinggalkan Balasan