Airlangga Menjaga Laju Ekonomi Indonesia


KENDARINEWS.COM — Sektor ekonomi paling terdampak dengan hantaman pandemi Covid-19. Tugas Airlangga Hartarto, baik sebagai Menteri Koordinator Perekonomian RI maupun Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC PEN) tidaklah mudah. Dengan dua peran sekaligus itu, Airlangga Hartarto tampil sebagai penjaga laju ekonomi negeri ini.

Kendati begitu, dua tugas itulah adalah bentuk pengabdian terhadap tanah air Indonesia. Untuk itu, Menko Airlangga Hartarto mengajak semua elemen bangsa mendukung upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19 agar akselerasi pemulihan ekonomi nasional (PEN) terwujud.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto

Menko Airlangga Hartarto meminta masyarakat tidak khawatir munculnya potensi perlambatan ekonomi saat penerapan PPKM Darurat. Airlangga menegaskan, pemerintah menyiapkan antisipasi untuk merespons risiko perlambatan ekonomi ini dengan berbagai bantuan sosial dalam program PEN. “Pemerintah merealokasi dan refocusing program PEN agar penanganan pandemi bisa mendorong daya beli masyarakat dan juga menjaga roda ekonomi,” tutur Airlangga di Jakarta, kemarin.

Ketua Umum DPP Partai Golkar itu menambahkan, anggaran realokasi dan refocusing, sekira Rp225,54 triliun sebagai antisipasi pengetatan PPKM. Anggaran itu untuk mendorong berbagai program prioritas. “APBN kita cukup fleksibel dalam merespons berbagai dinamika kondisi sosial ekonomi yang berkembang di masyarakat,” tegas Airlangga Hartarto.

Airlangga Hartarto yang juga Ketua Umum Pengurus Besar Wushu Indonesia (PB WI) itu menegaskan pemerintah menyiapkan beberapa stimulus yakni diskon listrik, bantuan produktif, bantuan sosial tunai (BST). BST diperpanjang hingga Agustus dengan target 10 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Setiap KPM disiapkan Rp300 ribu per bulan. Program Keluarga Harapan (PKH) akan menyasar 10 juta KPM, anggarannya sekira Rp28,31 triliun.

Selain itu, pemerintah akan menyalurkan bantuan langsung tunai (BLT) Desa yang ditargetkan mencapai 8 juta KPM dengan nilai manfaat Rp300 ribu per KPM per bulan. Penyaluran Kartu Sembako dipercepat. Targetnya sekira 18,8 juta KPM. Setiap KPM menerima Rp200 ribu.

Selain itu, penambahan anggaran Kartu Prakerja sekira Rp10 triliun untuk 2,8 juta penerima. Selanjutnya insentif usaha sekira Rp50,84 triliun. “Dari sisi UMKM dan koperasi, stimulus PEN diberikan hingga semester I 2021, telah terealisasi sebesar 51,27 triliun,” tegas Airlangga. (jpg)

Pemerintah akan Menyalurkan BLT Desa

Tinggalkan Balasan