Penumpang Pelabuhan Turun Drastis, Tiga Kendaraan dari Bombana-Konsel Disuruh Putar Balik

Sulawesi Tenggara

KENDARINEWS.COM — Pasca penerapan aturan larangan mudik, pelabuhan Nusantara Kendari sepi. Tidak ada lagi suasana berdesakan dan saling dorong seperti yang terjadi H-1 larangan mudik, Rabu 5 Mei. Kepala Seksi (Kasi) Keselamatan Berlayar, Penjagaan dan Patroli Penjagaan Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas II Kendari, Kapt Andi Mappiwajoi Sulaiman mengatakan jumlah penumpang sangat turun drastis, hanya sekitar 10 persen. Padahal kapasitas kapal, hususnya tujuan Kota Baubau dan Muna bisa mencapai 400 lebih penumpang.

“Turunnya sangat drastis, karena jumlah penumpangnya dibatasi, hanya 50 persen dari kapasitas. Pagi, kapal Ekspress Bahari 6E hanya 91 penumpang. Ekpress Pricilia 88, ada 60 penumpang,” ujar Kapt Andi Mappiwajoi Sulaiman Kendari Pos, Kamis (6/5). (KSOP) Kelas II Kendari menerapkan skema sesuai surat edaran Satgas Covid-19 nasional. Petugas gabungan menjaga dan memastikan masyarakat yang menyeberang adalah nonmudik. “Penumpang harus melalui pemeriksaan administrasi,” ungkap Kapt Andi Mappiwajoi Sulaiman.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kendari, Muhammad Ali Aksa mengungkapkan, sejak 5 sampai 17 Mei mendatang, pihaknya tidak mengizinkan adanya aktivitas naik turun penumpang di seluruh terminal darat. Upaya itu dilakukan untuk melindungi penumpang dari resiko penularan Covid-19.”Aturannya begitu,” ujarnya.

Ali Aksa mengaku telah berkoordinasi dengan posko pengamanan Hari Raya Idul Fitri dari Polda Sultra yang ada di terminal untuk mengawas masyarakat maupun pengendara yang masih nekat mudik. “Pengawasannya bersifat humanis agar masyarakat paham bahwa dikondisi saat ini pilihan terbaik adalah tetap di rumah saja dan tidak mudik,” ungkapnya. Jauh di Kabupaten Bombana, lokasi yang biasanya menjadi titik keluar masuk pemudik di Desa Lombakasih, Kecamatan Lantari Jaya terlihat sepi. Personel Polsek Lantari Jaya dan personel dari instansi lainnya berjaga di pos pengamanan (PAM) dan pos penyekatan yang dibuat di depan Mapolsek Lantari Jaya. Siapapun yang bakal masuk maupun keluar ke wilayah Bombana bakal diperiksa secara ketat.

Kapolsek Lantari Jaya Ipda Setyabudi Satrianto SH mengungkapkan personel menegakkan prokes Covid-19, memeriksa Surat Izin Keluar Masuk (SIKM), dan memutarbalikkan kendaraan yang nekat mudik. “Jika ada pengendara yang tidak memenuhi ketentuan yang sudah ditetapkan maka petugas bakal menyuruh mereka putar balik,” ungkapnya pada Kendari Pos, Kamis (6/5). Di tempat yang sama, Perwira Pengendalian Pospam Lantari Jaya, Iptu B. Hamsa menyebutkan sejak dini hari personel PAM di perbatasan Kabupaten Bombana dan Kabupaten Konawe Selatan (Konsel) telah memutarbalikkan tiga kendaraan roda dua dari arah Konsel dan 1 kendaraan roda empat dari arah Kasipute.“Sebab pemilik kendaraan itu tidak memiliki dokumen yang mengizinkan masuk atau keluar dari wilayah Bombana. Mereka juga bukan pelintas yang dikecualikan,” ujarnya. (ndi/uli/ags/idh/b).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *