Pembangunan Gedung Bulog Terkendala Sertifikat Lahan

Konawe Utara

KENDARINEWS.COM — Rencana pembangunan gudang Badan Urusan Logistik (Bulog) di Konawe Utara (Konut) belum jelas. Padahal anggaran pendirian gedung dan fasilitas lainnya telah disiapkan Perum Bulog, hingga puluhan miliar rupiah. Kendala utama rencana pembangunan disebabkan karena sertifikat sebagai legalitas resmi dari Badan Pertanahan Nasional (BPN) belum dikeluarkan.

“Lokasi lahan sudah ada seluas 1,5 hektare di Kelurahan Molawe. Pemkab hanya menyiapkan lahan, untuk pembangunannya Bulog yang danai,” ujar Kabag Administrasi Pemerintahan Umum Setkab Konut, Syukur Impip. Pemkab Konut kini masih menuntaskan persoalan pengurusan sertifikat lahan pada BPN Konut, sebagai syarat untuk dihibahkan pada Perum Bulog.

“Karena Bulog inginkan kalau membangun sudah dalam bentuk sertifikat atas nama Pemkab Konut. Nanti Bulog yang balik nama,” kata Syukur. Untuk pengadaan tanah rencana pendirian gudang Bulog telah dialokasikan pada tahun 2019, dan dilakukan audit oleh BPK. Mestinya pada tahun 2020 lalu, lokasi tersebut telah tersertifikat. Sayangnya, kendala wabah Covid-19 yang melanda menjadi penyebab penyertifikasian lokasi terhambat.

“Karena anggaran kemarin direfocusing. Jadi, tahun ini kita anggarkan kembali untuk sertifikatnya,” urai Syukur. Sementara itu Kabag Administrasi Ekonomi, Syahruddin, mengakui, pihak Bulog hingga kini masih menunggu kelengkapan legalitas administrasi sertifikat dari Pemkab sebagai rujukan untuk membangun.

“Dananya mereka masih siapkan dari hasil koordinasi dengan Bulog. Makanya, proses sertifikat sementara dirampungkan oleh Bagian Administrasi Pemerintahan Umum,” pungkasnya. (b/min)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *