Zona Rawan Bencana Diidenetifikasi

KENDARINEWS.COM — Cuaca buruk sedang melanda sejumlah daerah di Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra). Kota Baubau adalah salah satunya. Angin kencang disertai curah hujan tinggi melanda kota pemilik benteng terluas di dunia itu dalam beberapa hari ini. Dari fenomena alam tersebut, Baubau berada dalam intaian bencana. Mulai dari poteensi puting beliung, pohon tumbang, banjir dan tanah longsor.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Baubau, La Ode Muslimin Hibali, mengatakan, pihaknya telah melakukan identifikasi daerah rawan banjir juga longsor. Untuk banjir, wilayah yang paling diantisipasi adalah Kecamatan Bungi. “Banjir paling besar dan langganan tiap tahunnya adalah di Bungi. Khususnya di wilayah Kelurahan Liabuku, Waliabuku, dan Kampeonaho. Untuk titik longsor paling sering terjadi ada di Kecamatan Kokalukuna di bagian air jatuh,” rincinya.

Selain itu pihaknya juga mewaspadai bencana puting beliung, ombak dan tanah lonsor. Selama cuaca buruk ini pihaknya kian meningkatkan kewaspadaan. “Dari total 53 orang anggota BPBD, kita bagi dua. Separuh stand by untuk pertolongan bencana alam dan sisahnya masuk dalam Tim Gugus Tugas Covid-19. Untuk tim penanggulangan bencana alam kebanyakan pria,” sambung La Ode Muslimin.

Ia, menjelaskan bencana banjir yang terjadi dikarenakan debit air yang turun dari pegunungan langsung menyasar dataran rendah pemukiman warga. Hal itu dikarenakan pepohonan di kawasan hutan sebagai resapan air semakin berkurang. Semua itu akibat dari perambahan hutan. “Tapi kita sudah penambahan talud sungai di wilayah Ngkaring-ngkaring. Semua itu sebagai upaya memperlancar aliran air. Memang belum panjang, karena anggaran terbatas,” terangnya.

Ia menambahkan, meski BPBB bersentuhan langsung dengan bencana namun untuk dana bantuan tak ada. Pihaknya mengaku tidak mengelola dana sosial tersebut. “Kalau bantuan korban bencana tidak ada. Harus diusul ke pusat. Tapi kalau untuk satu dua orang mereka kembalikan ke daerah. Kecuali skala besar,” pungkasnya. (b/ahi)

Tinggalkan Balasan