Limbah Tambang di Pomalaa Cemari Persawahan Pesouha

KENDARINEWS.COM — Dampak lingkungan mulai dirasakan masyarakat akibat banyaknya perusahaan tambang yang beraktivitas di Desa Pesouha, Kecamatan Pomalaa. Limbah dari aktivitas penambangan tersebut mencemari kali yang mengairi lahan pertanian di sekitar wilayah tersebut. “Limbah pertambangan ini mencemari kali di Desa Pesouha. Sedangkan kali tersebut mengairi lahan persawahan pada tiga wilayah yaitu Pesouha, Pelambua, dan Totobo,” ungkap Sekretaris Desa Pesouha, Wilmar saat menyampaikan usulan pada Musrenbang tingkat Kecamatan Pomalaa, Senin (15/2).

Kata Wilmar, dengan tercemarnya lahan pertanian tersebut, maka petani selalu mengalami kerugian. “Beberapa bulan yang lalu, petani sudah menabur di sawah dan padi telah tumbuh. Tiba-tiba terjadi banjir yang merendam sawah bahkan masuk ke rumah-rumah penduduk. Kejadian ini menyebabkan petani merugi karena harus mengolah ulang lahannya dari awal lagi,” bebernya. Agar kejadian tersebut tidak terus terjadi, Wilmar mengusulkan agar Pemkab Kolaka melakukan komunikasi dengan pemegang izin usaha pertambangan (IUP) yang ada di wilayah itu untuk memperbaiki Cekdam dan jembatan tani di Desa Pesouha. Sehingga ketika curah hujan tinggi maka Cekdam tersebut dapat menampung air dan limbah pertambangan, sehingga tidak lagi mengairi sawah petani.

“Kami minta usulan ini segera direalisasikan karena ini bisa berpotensi menimbulkan bencana yang besar di wilayah kami,” desak Wilmar. Asisten I Setkab Kolaka, Muhammad Bakri, langsung merespon usulan Sekdes Pesouha tersebut dengan memerintahkan instansi terkait untuk memanggil para pimpinan perusahaan tambang pemegang IUP di Desa Pesouha. “Kami minta segera panggil penambang dan tanyakan apa tanggung jawab mereka terhadap lingkungan di situ. Jangan hanya mengeruk baru pergi. Cekdam itu harus dibenahi sehingga dampak lingkungan bisa dieliminir,” tegasnya.

Asisten II Setkab Kolaka, Mustajab, yang juga turut hadir dalam pertemuan tersebut juga membenarkan jika kondisi cekdam di Desa Pesouha sangat mengkhawatirkan. Sehingga perbaikan harus segera dilaksanakan. “Kalau cekdam itu jebol, maka Desa Pesouha tenggelam. Jadi, usulan ini memang sangat bagus. Olehnya itu kita perlu melakukan komunikasi dengan para penambang. Sebab penambang dalam menjalankan aktivitas juga pasti ada mekanismenya,” timpal Mustajab. (b/fad)

Tinggalkan Balasan