Pipa Utama Dipindahkan, Distribusi Air PDAM Terganggu

HEADLINE NEWS

KENDARIPOS.CO.ID — Pelanggan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Anoa Kendari harus bersabar. Dalam beberapa kedepan, distribusi air PDAM ke pelanggan mengalami ganguan. Terganggunya distribusi air ke pelanggan disebabkan adanya pemindahan jaringan pipa utama di jalan poros Pohara.

Suasana relokasi pipa PDAM di Jalan Poros Pohara, kemarin. Relokasi dilakukan karena adanya pengerjaan jalan akibat tanah longsor di kawasan tersebut.

Direktur PDAM Tirta Anoa Kendari, Damin mengakui distribusi air ke pelanggan mengalami gangguan. Hal ini disebabkan perbaikan jalan akibat tanah longsor. Makanya, pihaknya ikut memindahkan jalur pipa utama. “Ada lima batang pipa berukuran 600 mm itu kita relokasi ditempat yang aman supaya tidak terganggu dengan perbaikan jalan itu,” kata Damin kemarin.

Akibat pemindahan itu kata Damin, otomatis layanan air bersih berhenti total sejak 17 Desember lalu. Kendati demikian, pihaknya tengah berupaya keras melakukan relokasi agar segera mendistribusikan air bersih ke masyarakat.

“Ada sekitar 12 ribu pelanggan di enam kecamatan yang terdampak dari relokasi ini. Yaitu Kecamatan Kendari, Kendari Barat, Mandonga, Puuwatu, Kadia dan Wuawua. Oleh karena itu, kami minta pelanggan untuk tetap bersabar karena saat ini kami masih lakukan pemindahan. Pekan ini saya pastikan sudah kembali normal,” ujarnya.

Pelanggan PDAM yang tinggal di Kadia, Anjas (31) mengaku kesal dengan layanan PDAM. Sebab kondisi ini sudah bukan kali pertama namun sudah sering terjadi. Dengan kejadian yang selama ini, jajaran manajemen PDAM harus melakukan evaluasi. Bukannya membiarkan kejadian ini terus terulang. “Sudah minggu ini (air) belum mengalir. Apakah ada masalah? Kalau ada tolong disampaikan ke kami agar tidak berharap,” keluh Anjas kemarin.

Senada, Rahman (45) warga Kadia lainnya mengaku kecewa dengan layanan PDAM Kendari. Pasalnya, dirinya dan warga lain tak mendapatkan informasi yang jelas dari PDAM soal penghentian distribusi air.

“Maunya kita (kami) dikasih tahu dulu, supaya bisa siap-siap beli air tower. Misalkan ada gangguan dan lain-lain itu langsung diinfokan ke pelanggan. Jangan dihentikan sepihak. Gimana kalau misalnya kita akan pakai air baru tidak mengalir. Kan repot harus tunggu dulu air tower datang. Syukur-syukur kalau airnya cepat datang, kalau terlambat juga gimana?,” kata Rahman.

Selama air PDAM tak mengalir, Rahman mengaku meminta jasa air tower keliling. Dia pun terpaksa harus merogoh kocek lebih. Dalam seminggu harus mengeluarkan budget sebesar Rp 100 ribu untuk mendapatkan air bersih dari jasa air tower. “Sekarang kita beli air tower, satu tower itu Rp 50 ribu, sementara saya pakai air dalam sepekan itu sekitar dua tower jadi kira-kira Rp 100 ribu semua. Sementara kalau pakai PDAM Rp 100 ribu itu bisa saya pakai air sampai satu bulan bahkan lebih,” kata Rahman.

Dia pun berharap, PDAM bisa segera memperbaiki layanan termasuk jika ada kendala distribusi untuk segera di informasikan kepada warga. “Kami maklumi juga kalau ada mungkin kerusakan teknis dilokasi. Tapi alangkah baiknya kita diinformasikan supaya tidak berharap dan bisa segera menghungi alternatif lain,” ujarnya. (b/ags)

Penyebab Air Tak Mengalir
Pemindahan Jaringan Pipa Utama di jalan Pohara
Relokasi Dilakukan Karena Perbaikan jalan Akibat Longsor
Lima batang Pipa Ukuran 600 mm yang Dipindahkan

Layanan Air Bersih Terhenti Sejak 17 Desember
12 Ribu Pelanggan

Kecamatan yang Terdampak
Kendari Mandonga
Kendari Barat Kadia
Puuwatu Wuawua

Tinggalkan Balasan