KENDARINEWS.COM– Festival Rakyat 2026, kegiatan berskala nasional berbasis kekuatan daerah, resmi akan digelar serentak di 38 provinsi se-Indonesia pada 9 hingga 20 Juli 2026. Mengusung konsep penyatuan ekonomi, hiburan, dan kebersamaan, kegiatan ini menempatkan Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Daerah sebagai mitra strategis sekaligus penggerak utama dampak ekonomi bagi masyarakat setempat.
Berbeda dengan kegiatan sekadar hiburan, Festival Rakyat 2026 menggabungkan tiga pilar utama: Pasar UMKM, Hiburan Rakyat, dan Nonton Bareng berlisensi. Rangkaian kegiatan berlangsung dari siang hingga malam hari, dengan nonton bareng menjadi penutup acara yang diselenggarakan secara legal sesuai ketentuan TVRI dan aturan hak siar resmi.
Kegiatan ini memiliki keunikan tersendiri karena memanfaatkan lingkungan Polda serta Kodam/Korem sebagai lokasi utama pelaksanaan. Format ini sekaligus memperkuat kemanunggalan TNI Angkatan Darat dengan rakyat, serta menegaskan peran Polri sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat melalui ruang publik yang aman, tertib, dan bermanfaat bagi semua kalangan.
Dalam pelaksanaannya, KADIN Daerah memegang posisi yang sangat strategis sebagai penghubung utama antara dunia usaha dengan penyelenggara acara. Tidak berperan sebagai pelaksana teknis, KADIN Daerah fokus membuka akses partisipasi berbagai pihak, mulai dari sponsor lokal, perusahaan daerah, perbankan, hingga pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).
KADIN Daerah adalah jembatan yang menghubungkan potensi bisnis daerah dengan peluang yang disajikan Festival Rakyat 2026. KADIN juga memastikan kegiatan ini tidak hanya menjadi hiburan semata, tetapi benar-benar menjadi mesin penggerak ekonomi yang menyentuh langsung pelaku usaha lokal.
Salah satu poin penting, KADIN Daerah juga bertugas melakukan kurasi terhadap pelaku UMKM yang berhak mengikuti Pasar UMKM di acara ini. Seluruh UMKM terpilih dapat berpartisipasi secara gratis tanpa biaya apapun, sehingga dapat fokus menjual produk unggulan daerah, makanan, minuman, karya kreatif, hingga busana lokal kepada pengunjung.
Melalui kerja sama dengan Penyelenggara Acara (EO) Daerah, KADIN Daerah berpeluang memperoleh pendapatan dari tiga sumber utama: dukungan sponsor daerah, sewa tempat pameran atau booth berbayar, serta kerja sama penyelenggaraan kegiatan. Secara realistis, setiap KADIN Daerah yang berpartisipasi berpotensi memperoleh pendapatan antara Rp100 juta hingga Rp500 juta selama periode kegiatan, tergantung luas jaringan bisnis, jumlah dukungan sponsor, serta kualitas pelaksanaan acara.
Dukungan dari berbagai pihak juga diharapkan dapat membuka peluang bagi peningkatan pendapatan vendor lokal, tenaga kerja acara, serta komunitas usaha di masing-masing daerah.
Festival Rakyat 2026 dirancang menjadi ruang pertemuan yang hangat, terbuka, dan produktif. Melalui panggung seni budaya, lomba rakyat, wahana keluarga, hingga aktivasi brand perusahaan, kegiatan ini diharapkan dapat mempererat kebersamaan masyarakat sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi yang berakar dari kekuatan daerah sendiri.(rls)









































