Prof. Juminten Saimin Kembali Pimpin POGI Sultra, Fokus Tekan Kematian Ibu dan Cegah Kanker Serviks

KENDARINEWS, COM– Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI) Cabang Sulawesi Tenggara resmi memiliki kepemimpinan baru untuk periode 2025–2028. Prof. Dr. dr. Juminten Saimin, Sp.OG, Subsp. Obgynsos kembali dipercaya memegang tampuk ketua, menjadi bukti kepercayaan atas rekam jejak dan dedikasinya selama memimpin periode sebelumnya.

Pengukuhan ini disahkan langsung oleh Pengurus Pusat POGI dan dihadiri sejumlah tokoh kesehatan nasional, antara lain Ketua PP POGI Prof. Dr. dr. Budi Wiweko, Sp.OG., Subsp.F.E.R, MPH, FRANZCOG (Hons.), FICRM; Ketua Kolegium POGI Prof. Dr. dr. Yudi Mulyana Hidayat, Sp.OG., Subsp.Onk., D.MAS; Ketua Dewan Pembina Cabang POGI Pusat dr. Ari Kusuma Januarto, Sp.OG., Subsp.Obginsos; serta Sekretaris Jenderal POGI dr. Ulul Albab, Sp.OG. Turut hadir perwakilan Dinas Kesehatan, BKKBN, IDI, direktur rumah sakit, dan pemangku kepentingan lainnya.

Kepercayaan ini bukan hal baru bagi Prof. Juminten. Sebelumnya ia juga telah membuktikan kemampuan memimpin saat menjabat sebagai Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Halu Oleo selama dua periode berturut-turut (2015–2023).

Dalam pidato pengukuhannya, Prof. Juminten menegaskan periode kedua ini bukan sekadar kelanjutan tugas, melainkan momentum untuk bergerak lebih cepat dan berani. “Kesehatan perempuan adalah fondasi masyarakat yang sehat. Kami akan bekerja lebih progresif, memastikan pelayanan menyentuh seluruh wilayah Sultra, termasuk pedalaman dan kepulauan,” ujarnya.

Dengan dukungan 42 dokter spesialis kebidanan dan kandungan dari berbagai pelosok daerah, prioritas utama periode ini adalah menekan Angka Kematian Ibu (AKI) serta memperluas deteksi dini dan penanganan kanker serviks. Langkah ini selaras dengan gerakan nasional Selamatkan Perempuan Indonesia (SPRIN).

Ketua Umum PP POGI Prof. Budi Wiweko memberikan apresiasi tinggi terhadap konsistensi tim Sultra. Ia mengingatkan tantangan geografis yang beragam, namun hal itu justru harus menjadi pendorong untuk semakin kompak menjangkau pelayanan tanpa terkecuali.

Sementara itu, Ketua IDI Sultra dr. Laode Rabiul Awal, Sp.B, Subsp.BD (K), menyambut baik amanah yang kembali diberikan. Ia berharap POGI terus menjadi mitra strategis pemerintah dalam menjaga standar profesionalisme dan etika pelayanan kesehatan.

Rangkaian acara juga dirangkaikan dengan Simposium Kegawatdaruratan Obstetri yang diikuti tim PONEK dari 14 rumah sakit se-Sultra. Kegiatan ini bertujuan memperkuat kemampuan penanganan kasus darurat demi menekan angka kematian ibu dan bayi.

Di bawah kepemimpinan yang berkelanjutan ini, POGI Sultra berkomitmen menghadirkan terobosan nyata, agar setiap perempuan di Bumi Anoa mendapatkan hak atas pelayanan kesehatan yang bermutu, aman, dan merata.

Tinggalkan Balasan