Tanamkan Kepedulian Lingkungan Sejak Dini, PT Vale Ajak Siswa SMAN 1 Pomalaa Belajar Green Mining di Nursery Tanggetada

KENDARINEWS. COM– Komitmen PT Vale Indonesia Tbk (PT Vale) Indonesia Growth Project (IGP) Pomalaa dalam menjaga kelestarian lingkungan tidak hanya diwujudkan melalui program rehabilitasi lahan, tetapi juga dengan mengedukasi generasi muda tentang pentingnya praktik pertambangan berkelanjutan.

Dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, PT Vale mengajak puluhan siswa dan siswi SMA Negeri 1 Pomalaa mengunjungi Pusat Persemaian (Nursery) Tanggetada di Kecamatan Tanggetada, Kabupaten Kolaka, Selasa (30/6). Kegiatan ini menjadi sarana pembelajaran langsung mengenai keanekaragaman hayati, proses pembibitan tanaman, hingga upaya pemulihan lingkungan melalui konsep green mining.

Didampingi tim Environmental (Enviro) PT Vale, para pelajar bersama guru melihat secara langsung seluruh tahapan pembibitan tanaman. Mereka mempelajari proses persemaian awal, teknik perbanyakan tanaman melalui metode stek, pemindahan bibit ke polybag, hingga area pembesaran tanaman yang siap ditanam untuk mendukung program penghijauan.

Tak hanya belajar, para peserta juga terlibat dalam aksi nyata dengan menanam pohon bersama di kawasan Nursery Tanggetada sebagai bentuk kepedulian terhadap pelestarian lingkungan.

Senior Permit & Compliances Analyst PT Vale Indonesia, Emyliana Manurun, mengatakan Nursery Tanggetada merupakan wujud kolaborasi antara perusahaan, pemerintah, dan masyarakat dalam mendukung upaya rehabilitasi lingkungan sekaligus membangun kesadaran generasi muda akan pentingnya menjaga alam.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin mengedukasi generasi muda bahwa perusahaan tambang memiliki komitmen kuat dalam menjaga kelestarian alam melalui praktik green mining. Pertambangan tidak selalu identik dengan kerusakan lingkungan. Justru kami terus berupaya memulihkan alam melalui fasilitas pembibitan berkapasitas besar ini. Ke depan, bibit yang dihasilkan akan dimanfaatkan untuk kebutuhan penghijauan di area operasional PT Vale maupun masyarakat dan para pemangku kepentingan,” ujar Emyliana.

Kegiatan tersebut mendapat sambutan antusias dari para siswa yang memanfaatkan masa libur sekolah dengan mengikuti pembelajaran di luar kelas yang sarat pengalaman dan nilai edukasi.

Ketua OSIS SMA Negeri 1 Pomalaa, Davi Qhirand Best Ferdi, mengaku memperoleh banyak pengetahuan baru selama mengikuti kunjungan tersebut. Menurutnya, pengalaman melihat langsung proses pembibitan hingga penanaman pohon memberikan pemahaman yang lebih nyata tentang pentingnya menjaga keseimbangan lingkungan.

“Hari ini sangat menyenangkan. Kami belajar mulai dari proses stek bibit hingga tanaman siap tumbuh besar. Kami berharap PT Vale terus memberikan kontribusi terbaik dan konsisten menghidupkan kembali kawasan hutan melalui program penanaman. Indonesia adalah salah satu paru-paru dunia yang harus kita jaga bersama,” katanya.

Melalui pengoperasian Nursery Tanggetada, PT Vale kembali menegaskan komitmennya untuk menjalankan praktik pertambangan yang bertanggung jawab. Bagi perusahaan, kegiatan operasional tidak hanya berorientasi pada produksi, tetapi juga harus berjalan seiring dengan upaya pelestarian lingkungan, sehingga mampu mewariskan masa depan yang lebih hijau bagi Sulawesi Tenggara dan Indonesia. (rls/fad)

Tinggalkan Balasan