KENDARINEWS.COM-Pemerintah Kabupaten Konawe Kepulauan (Pemkab Konkep) kembali menorehkan capaian positif dalam pengelolaan keuangan daerah. Untuk ketujuh kalinya secara berturut, Pemkab Konkep berhasil mempertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).
Capaian prestasi ini menjadi bukti nyata komitmen Bupati Konawe Kepulauan (Konkep), Rifqi Saifullah Razak dalan membangun pemerintahan bersih di otoritanya.
Menurut Bupati Rifqi Saifullah Razak, raihan opini WTP bukan sekadar prestasi administratif, tetapi menjadi bukti kerja kolektif seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) dan aparatur sipil negara (ASN) di lingkup Pemkab Konkep.
“Pertama, saya mengapresiasi seluruh jajaran OPD serta ASN lingkup Pemerintah Kabupaten Konawe Kepulauan. Kerja-kerja selama ini membuahkan hasil dengan hadiah bintang tujuh WTP untuk Kabupaten Konawe Kepulauan tujuh tahun berturut-turut. Ini sangat luar biasa,” ujar Bupati Konkep Rifqi Saifullah Razak.
Meski demikian, Orang Nomor Satu di Pulau Kelapa ini menegaskan, capaian tersebut tidak boleh membuat pemerintah daerah cepat berpuas diri.
Menurutnya, masih ada sejumlah catatan dan rekomendasi dari BPK yang harus segera ditindaklanjuti sebagai bagian dari upaya memperbaiki tata kelola pemerintahan.
“Dengan capaian ini bukan buat kita cepat berpuas hati, tetapi menjadi pelecut dan cambuk bagi kita agar ke depan bisa berbuat lebih baik lagi,” katanya.
Mantan Anggota DPRD Sultra ini menjelaskan, pihaknya akan segera melakukan pembahasan internal terkait rekomendasi-rekomendasi yang diberikan BPK. Pemerintah daerah menargetkan seluruh catatan tersebut dapat ditindaklanjuti sebelum batas waktu yang ditentukan.
“Setelah ini kami akan bedah rekomendasi apa saja, lalu secepatnya kita tindak lanjuti dan perbaiki. Kemarin ada salah satu yang saat pemeriksaan menjadi perhatian, itu langsung kita atensi dan kita perbaiki,” jelasnya.
Alumni Fakultas Teknik UHO ini mengungkapkan bahwa proses tindak lanjut kemungkinan mulai dilakukan usai jeda libur Iduladha dan Hari Lahir Pancasila. Namun ia memastikan penyelesaian rekomendasi tidak akan melewati batas waktu tiga bulan yang diberikan BPK.
“Insyaallah sebelum masuk tiga bulan itu kita selesaikan,” tegasnya.
Bupati muda tersebut juga menyebut raihan WTP ketujuh ini sebagai persembahan khusus untuk masyarakat Konawe Kepulauan yang baru saja memperingati hari jadi daerahnya yang ke-13.
“Ini persembahan untuk masyarakat Kabupaten Konawe Kepulauan, persembahan untuk kampung saya tercinta, persembahan untuk Pulau Wawonii. Kita ingin Kabupaten Konawe Kepulauan bisa setara dengan 16 kabupaten/kota lain di Sulawesi Tenggara,” katanya.
Sementara itu, Kepala Badan Keuangan Daerah (BKD) Konkep, Mahmud, mengatakan keberhasilan mempertahankan opini WTP tidak lepas dari penguatan Sistem Pengendalian Internal (SPI) dalam pengelolaan keuangan daerah. Menurutnya, upaya pembenahan dilakukan mulai dari aspek perencanaan, penganggaran, penatausahaan hingga pelaporan keuangan.
“Pemerintah Daerah Kabupaten Konawe Kepulauan berupaya semaksimal mungkin terutama pada SPI kita. Mulai dari aspek perencanaan, penganggaran, penatausahaan dan pelaporan, sehingga output pertanggungjawaban keuangan dapat menjaga ritme WTP dari waktu ke waktu,” jelasnya.
Terkait rekomendasi BPK, Dia menyebut seluruh catatan akan ditindaklanjuti melalui rencana aksi atau action plan yang disusun pemerintah daerah. Beberapa rekomendasi memiliki batas penyelesaian 30 hingga 60 hari, khususnya yang berkaitan dengan aspek administratif dan regulasi.
“Catatan-catatan yang sifatnya administratif segera kita selesaikan dalam bentuk penyusunan regulasi. Bentuknya nanti renaksi untuk menyelesaikan seluruh catatan yang berkaitan dengan laporan keuangan kita,” terangnya.
Di momentum peringatan HUT ke-13 Konawe Kepulauan, Mahmud menegaskan pemerintah daerah akan terus berupaya menjaga kualitas pengelolaan anggaran meski berada di tengah situasi efisiensi fiskal.
“Pemerintah daerah terus berupaya mengoptimalkan pengalokasian anggaran yang berpihak pada kepentingan masyarakat Kabupaten Konawe Kepulauan,” imbuhnya. (jib/ing)









































