Dishub Sultra Siaga Total, Antisipasi Arus Mudik dan Balik Lebaran 2026 di Jalur Darat dan Laut

KENDARINEWS.COM– Dinas Perhubungan Provinsi Sulawesi Tenggara (Dishub Sultra) mengumumkan telah menyiapkan berbagai langkah strategis untuk mengantisipasi arus mudik dan arus balik Lebaran 1447 Hijriah/2026 Masehi, baik pada jalur transportasi darat maupun laut. Semua upaya ini ditujukan agar perjalanan masyarakat berlangsung dengan aman, nyaman, dan lancar.

Kepala Dishub Sultra, Dr. Muh. Rajulan, mengungkapkan bahwa pihaknya telah melakukan kerja sama koordinasi yang erat dengan sejumlah instansi terkait, antara lain Kepolisian Daerah (Polda) Sultra, Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD), Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN), serta Dinas Bina Marga Provinsi Sulawesi Tenggara.

“Kami telah melakukan koordinasi menyeluruh dengan seluruh pemangku kepentingan untuk menghadapi potensi peningkatan volume arus mudik dan balik pada musim Lebaran tahun ini,” ujar Dr. Rajulan

Menurutnya, Dishub Sultra akan memulai pengawasan yang intensif sejak H-7 Lebaran, dengan membangun pos pemantauan khusus di titik-titik yang diperkirakan akan menjadi konsentrasi tinggi penumpang, seperti terminal umum dan pelabuhan penyeberangan.

Untuk jalur darat, titik pengawasan difokuskan pada Terminal Baruga di Kota Kendari. Sedangkan untuk sektor laut, pengawasan akan dilakukan di berbagai pelabuhan strategis di seluruh wilayah provinsi, antara lain Pelabuhan Amolengo, Labuan, Baubau, Waara, Torobulu–Tampo, Wawonii, Wanci, Kamaru, Mawasangka, Tondasi, Kabaena, hingga Dongkala. Selain itu, berbagai fasilitas pendukung juga telah dipersiapkan di lokasi-lokasi tersebut untuk meningkatkan kenyamanan dan menjamin keselamatan setiap penumpang.

“Beberapa ruas jalan memiliki titik yang berpotensi rawan, khususnya pada bagian tikungan yang curam dan kondisi permukaan jalan yang belum maksimal. Kami akan memasang rambu peringatan tambahan di area tersebut dan bekerja sama dengan BPTD untuk meminimalkan risiko terjadinya kecelakaan lalu lintas,” jelasnya.

Selain pengawasan di lapangan, Dishub Sultra juga mengeluarkan imbauan khusus kepada masyarakat yang akan melakukan perjalanan. Masyarakat diminta untuk memastikan kondisi kesehatan pengemudi serta kelayakan teknis kendaraan sebelum memulai perjalanan. Pengemudi juga diingatkan untuk menghindari konsumsi obat-obatan yang dapat menyebabkan kantuk dan juga penyalahgunaan narkotika, demi menjaga keselamatan bersama di jalan raya dan laut.

Melalui serangkaian langkah antisipatif yang telah disiapkan, Dishub Sultra mewakili Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara menyampaikan harapan agar arus mudik dan balik Lebaran 2026 dapat berjalan dengan aman, tertib, dan lancar bagi seluruh masyarakat.

Tinggalkan Balasan