KENDARINEWS.COM– Di tengah tekanan harga komoditas global, tantangan rantai pasok, dan tuntutan standar keberlanjutan yang semakin ketat, PT Vale Indonesia Tbk (bagian dari holding Industri Pertambangan Indonesia/MIND ID) melalui Indonesia Growth Project (IGP) Morowali menunjukkan ketangguhan yang luar biasa. Pada awal tahun 2026, proyek ini berhasil mencatatkan produksi dan penjualan mencapai 2,2 juta ton ore – sebuah capaian strategis yang mengukuhkan konsistensi kinerja di tengah dinamika industri yang tidak mudah.
Angka penjualan yang mengesankan ini bukan sekadar statistik belaka, melainkan hasil dari disiplin eksekusi yang ketat, perencanaan matang, serta kolaborasi solid lintas fungsi di seluruh lini operasional. Meski dihadapkan pada tantangan cuaca ekstrem, fluktuasi pasar, hingga peningkatan standar kepatuhan lingkungan, tim PT Vale IGP Morowali tetap mampu menjaga ritme produksi dan pengiriman sesuai target yang telah ditetapkan.
Direktur dan Chief Project Officer PT Vale Indonesia, Muhammad Asril, menyampaikan bahwa capaian ini merupakan buah kerja sama seluruh elemen perusahaan dan dukungan para pemangku kepentingan. “Capaian 2,2 juta ton penjualan ore pada awal tahun ini adalah hasil dari kolaborasi dan komitmen bersama. Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh karyawan, mitra kerja, kontraktor, pemerintah, dan stakeholder yang telah memberikan dukungan penuh agar operasional berjalan lancar,” ujarnya dalam keterangan tertulis pada Kamis (19/2/2026).
Asril menegaskan bahwa keberhasilan ini tidak hanya tentang angka, tetapi juga konsistensi dalam menjalankan prinsip pertambangan bertanggung jawab. Setiap aktivitas operasional dilaksanakan dengan mengedepankan keselamatan kerja, perlindungan lingkungan, dan pemberdayaan masyarakat sekitar.
Konkritnya, di Kabupaten Morowali, perusahaan telah menjalankan berbagai program nyata, antara lain peningkatan akses pendidikan dan layanan kesehatan, penguatan ekonomi lokal, pembangunan infrastruktur dasar, serta program lingkungan. Hingga akhir Januari 2026, telah dilakukan hidroseeding seluas 16 hektare, pemasangan sistem pengendalian erosi di jalur angkut tambang, dan pembangunan nursery dengan kapasitas awal 400 ribu bibit per tahun untuk mendukung reklamasi pascatambang.
Head of Mine Operation Bahodopi PT Vale Indonesia, Wafir, menambahkan bahwa pencapaian awal tahun ini menjadi bukti kesiapan proyek dalam menjaga stabilitas operasional jangka panjang. “Keberhasilan ini datang dari penguatan sistem operasional, perencanaan tambang terintegrasi, dan koordinasi solid antara tim proyek dan operasional. Kami terus tingkatkan efisiensi, kendali risiko, serta implementasi standar keselamatan dan lingkungan yang ketat,” jelasnya.
Menurut Wafir, tantangan industri justru menjadi momentum untuk memperkuat ketangguhan organisasi. “Industri ini sangat dinamis, jadi kami terus beradaptasi, memperkuat kolaborasi internal, dan menjaga komunikasi terbuka dengan semua stakeholder. Kami optimistis kinerja positif ini bisa terus dipertahankan dan ditingkatkan,” tambahnya.
Untuk menghadapi persaingan industri nikel yang semakin ketat, perusahaan fokus pada manajemen operasional berbasis efisiensi dan inovasi, seperti optimalisasi perencanaan tambang, peningkatan produktivitas alat berat, serta penguatan budaya kerja yang mengutamakan keselamatan. Dukungan pemerintah daerah dan pusat juga dinilai sebagai faktor penting dalam menciptakan iklim usaha yang kondusif.
Capaian 2,2 juta ton ore ini menjadi fondasi kuat bagi target kinerja tahun 2026. Dengan perencanaan matang dan disiplin eksekusi, PT Vale IGP Morowali berkomitmen untuk mencapai pertumbuhan yang seimbang antara produktivitas dan tanggung jawab lingkungan.








































