KENDARINEWS.COM — PT Perkebunan Nusantara IV PalmCo, Sub Holding PTPN III (Persero), terus menunjukkan komitmennya dalam membantu korban banjir di wilayah Sumatra. Perusahaan secara berkelanjutan menyalurkan bantuan sebagai bagian dari upaya pemulihan pascabencana.
Sejak awal terjadinya bencana, PalmCo terlibat langsung dalam berbagai tahapan penanganan, mulai dari evakuasi warga terdampak, penyediaan lahan, hingga pembangunan hunian sementara (huntara) dan hunian tetap (huntap). Terbaru, PTPN IV kembali menyalurkan puluhan ton bantuan pangan ke Kabupaten Aceh Utara pada Rabu (14/1).
Penyaluran bantuan tersebut dilakukan melalui program BUMN Peduli dengan koordinasi Kementerian Pertanian dan Badan Pangan Nasional (Bapanas). Pelepasan bantuan dilakukan dari Kantor Regional I PTPN IV di Medan. Langkah ini menandai keberlanjutan respons perusahaan yang tidak hanya berhenti pada fase darurat, tetapi juga berlanjut ke masa pemulihan.
“Ini bukan penyaluran pertama, dan mudah-mudahan bukan yang terakhir. Sejak awal bencana, PalmCo berkomitmen hadir mendampingi masyarakat sampai mereka benar-benar pulih,” ujar Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko K. Santosa, Kamis (15/1).
Aceh Utara menjadi salah satu wilayah yang dinilai masih membutuhkan dukungan pangan, seiring proses relokasi warga serta perbaikan infrastruktur yang belum sepenuhnya selesai.
Jatmiko menjelaskan, keputusan untuk memperluas distribusi bantuan didasarkan pada kondisi dan kebutuhan lapangan yang terus berkembang. Dalam penyaluran kali ini, PalmCo menyalurkan 15 ton minyak goreng, 12 ton beras, serta 60 ribu mi instan yang didistribusikan di tiga titik di Aceh Utara.
“Kami melihat dampak bencana tidak berhenti di satu titik. Karena itu bantuan diperluas agar saudara-saudara kita yang terdampak punya ruang untuk kembali menata kehidupan,” katanya. Sejak bencana melanda sejumlah wilayah di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat, kontribusi PTPN IV PalmCo telah menjangkau 16 kabupaten dan kota.
Wilayah penerima bantuan tersebut antara lain Aceh Timur, Aceh Tamiang, Aceh Utara, Langsa, Medan, Langkat, Tapanuli Selatan, Mandailing Natal, Sibolga, Pasaman Barat, dan Tanah Datar.
Berdasarkan data perusahaan, PalmCo terlibat dalam proses evakuasi sekitar 1.700 warga terdampak, mengerahkan 27 unit alat berat untuk membuka akses ke wilayah yang terisolasi, serta mendirikan 45 posko pengungsian. Bantuan logistik yang disalurkan meliputi beras, air mineral, gula, telur, minyak goreng, mi instan, pakaian, dan obat-obatan. Selain itu, perusahaan juga menyediakan akses komunikasi gratis berbasis Starlink di sejumlah wilayah terpencil untuk membantu warga dan petugas tetap terhubung di tengah keterbatasan jaringan.
Upaya PalmCo tersebut dilakukan secara terkoordinasi. Sejak hari pertama bencana, perusahaan membentuk Tim Crisis Centre untuk memastikan respons cepat dan penyaluran bantuan yang tepat sasaran. Tim ini bekerja sama dengan pemerintah pusat dan daerah, BPBD, TNI, kepolisian, serta berbagai organisasi kemanusiaan.
Kolaborasi tersebut memungkinkan PalmCo turut terlibat dalam penyediaan lahan relokasi untuk pembangunan huntara dan huntap yang dilengkapi fasilitas umum, serta dukungan nonlogistik lainnya, termasuk penyediaan makam gratis bagi korban bencana.
“Tidak semua orang punya kesempatan untuk berbagi dalam situasi seperti ini. Kami bersyukur, sebagai BUMN, diberi ruang dan kemampuan untuk hadir bersama masyarakat,” kata Jatmiko.
Di tengah banyaknya bantuan yang bersifat sementara, keberlanjutan penanganan pascabencana menjadi tantangan tersendiri. Langkah PalmCo yang bergerak dari fase tanggap darurat hingga pemulihan mencerminkan peran korporasi negara yang melampaui bantuan simbolik.
“Mudah-mudahan apa yang kami lakukan memberi manfaat nyata, bukan hanya hari ini, tetapi untuk perjalanan pemulihan yang masih panjang,” ujar Jatmiko. (jpnn)










































