KENDARINEWS.COM– Sultan Buton Paduka Yang Mulia Drs La Ode Muh Kariu menganugerahi gelar kehormatan adat kepada Menteri Agama Republik Indonesia Prof Dr KH Nasaruddin Umar, MA.
Penganugerahan gelar adat kehormatan tersebut berdasarkan keputusan musyawarah adat kesultanan Buton dan ditandatangani oleh Paduka Yang Mulia La Ode Muh Kariu dan dibacakan oleh Bontoogena Matanaeyo Maa Faizi Drs H Masri, M.Pd di baruga masjid agung Keraton Buton pada Kamis (8/1/2026,). Menteri Agama RI Prof Dr KH La Ode Nasaruddin Umar, MA kini menjadi kerabat dan sesepuh Kesultanan Buton berdasarkan keputusan tersebut.
Menteri Agama RI Prof Dr KH La Ode Nasaruddin Umar, MA dalam sambutannya mengungkapkan, penganugerahan gelar adat kehormatan dengan diupacarakan adalah diluar perkiraannya.
“ Saya merasa mungkin bukan orang yang pantas untuk mendapatkan gelar ini, sehingga saya bertanya pada diri saya apa pantas menyandang gelar yang sangat besar dan berat ini. Tetapi ini merupakan ekspektasi dan harapan Bapak Yang Mulia, Paduka Sultan Buton . Semoga ini menjadi motivasi dalam diri saya untuk melakukan sesuatu yang lebih baik lagi kepada masyarakat, terutama umat Islam,”ujarnya
Nasaruddin Umar mengakui, dengan semakin berat beban yang diberikan kepada seseorang, juga semakin mudah diterima doanya oleh Allah jika bekerja dengan tulus dan ikhlas.
“Bapak Ibu sekalian, saya tidak pernah bercita-cita untuk menjadi Menteri Agama, apalagi mendapatkan gelar adat seperti ini. Saya juga tidak pernah terbetik dalam benak saya akan menjadi Imam Besar Mesjid Istiqlal Jakarta , apalagi sekarang di Anugerahi ini. Sebagai President of International Grand Imam Association. Sebagai Ketua Umum atau Presiden Imam-imam Besar Mesjid se-dunia. Juga masih Rektor Universitas perguruan tinggi,”ungkapnya.
Sementara itu, Gubernur Sultra Andi Sumangerukka menyampaikan terima kasih atas Kunjungan kerja Menteri Agama RI yang kesekian kalinya di Kota Baubau. Pihaknya menyambut baik dengan hati gembira kehadiran Menteri Agama RI untuk melaksanakan berbagai agenda penting di Kota Baubau termasuk kesediaan menerima penganugerahan kehormatan adat Kesultanan Buton.
Menurut orang nomor satu di bumi Anoa ini, dalam tradisi Kesultanan Butoh, pemberian gelar kehormatan memiliki makna mendalam sebagai tanda penghormatan atas sikap mulia, kebijakan, dan teladan yang menjadi panutan masyarakat. Selain itu juga, gelar kehormatan adat yang disematkan sebagai lambang hubungan harmonis antara nilai kebangsaan, keagamaan, serta kearifan budaya yang dijunjung tinggi bersama sampai saat ini.
“Dalam pandangan kami, penganugerahan gelar adat Kepada Menteri Agama Republik Indonesia, adalah sesuatu yang sangat pantas. Dikarenakan Bapak Menteri merupakan sosok yang diteladani dan telah konsisten mengaktifkan diri dengan sepenuh hati untuk mengerada kemuliaan agama sebagai roh kehidupan masyarakat dan untuk memperkokoh persatuan bangsa,”imbuhnya.
Untuk diketahui pada acara penganugerahan gelar adat kehormatan tersebut, turut dihadiri oleh Wali Kota Baubau H Yusran Fahim, SE, Bupati Buton Selatan H Muh Adios, Wakil Wali Kota Baubau Ir Wa Ode Hamsinah Bolu, M.Sc, Ketua DPRD Kota Baubau Ardin Jufri, ST, Ka Kemenag Provinsi Sultra H Mansur dan seluruh jajarannya se Provinsi Sultra, Pj Sekda Kota Baubau La Ode Darus Salam, S.Sos, M.Si, kepala OPD lingkup Pemkot Baubau, serta seluruh perangkat Lembaga adat budaya Kesultanan Buton dan tamu undangan lainnya. (ris/mel)










































