Dugaan Oknum Polair Palak Nelayan di Laut Pamekasan, Polisi Turun Tangan

KENDARINEWS.COM-Satuan Kepolisian Air (Polair) Polres Pamekasan menyatakan akan melakukan penyelidikan terkait dugaan pemalakan yang dilakukan oleh oknum petugas terhadap nelayan di perairan Pamekasan, Madura. Dugaan tersebut mencuat setelah sejumlah nelayan mengaku kerap dimintai uang saat melaut oleh petugas berseragam Polair.

Dilansir dari KOMPAS.com, Kasat Polair Polres Pamekasan, Ipda Isrok Wahyudi, mengatakan pihaknya baru menerima informasi terkait dugaan tersebut dan memastikan akan menindaklanjutinya secara serius. Ia menegaskan bahwa setiap laporan yang berpotensi mencoreng institusi kepolisian tidak akan diabaikan.

“Informasi itu baru kami terima. Kami akan menyelidiki kebenarannya,” ujar Isrok saat dikonfirmasi.

Menurut keterangan nelayan, oknum petugas diduga meminta uang dengan nominal bervariasi, mulai dari Rp300 ribu hingga Rp1 juta. Permintaan tersebut disebut-sebut disertai alasan bahwa surat atau dokumen nelayan tidak aktif. Praktik tersebut diduga terjadi di tengah laut saat nelayan sedang melaut.

Isrok menegaskan bahwa anggota Polair Polres Pamekasan selama ini justru dikenal aktif membantu nelayan. Ia menyatakan tidak ada toleransi terhadap tindakan yang merugikan masyarakat, terlebih jika dilakukan oleh aparat penegak hukum.

“Jika benar ada oknum yang terbukti melakukan pelanggaran, kami akan memberikan sanksi sesuai aturan yang berlaku,” tegasnya.

Ia juga membenarkan bahwa di wilayah perairan Pamekasan kerap terdapat personel Bantuan Kendali Operasi (BKO) Polair dari daerah lain. Namun demikian, pihaknya mengaku belum pernah menerima laporan resmi terkait dugaan pemalakan sebelumnya.

“Sampai saat ini kami belum mencurigai adanya praktik tersebut, tetapi tetap akan kami selidiki secara mendalam,” tambahnya.

Sementara itu, seorang nelayan berinisial NR mengungkapkan bahwa kehadiran oknum Polair di tengah laut sering kali menimbulkan kecemasan di kalangan nelayan. Ia menyebut pemeriksaan biasanya dilakukan pada siang hari dan berlangsung secara mendadak.

“Waktunya tidak tentu, tapi rata-rata siang hari. Mereka memeriksa dokumen dan isi kapal. Kami jadi selalu waswas,” ungkap NR.

NR menambahkan bahwa isu dugaan pemalakan oleh oknum aparat sebenarnya sudah lama beredar di kalangan nelayan. Namun, banyak nelayan memilih diam karena takut mendapat tekanan atau perlakuan tidak menyenangkan.

Hingga kini, Polres Pamekasan masih mengumpulkan keterangan dari berbagai pihak untuk memastikan kebenaran informasi tersebut.(*)

Tinggalkan Balasan