KENDARINEWS.COM — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kolaka kembali menghadirkan inovasi pelayanan publik. Kali ini, giliran Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretariat Daerah (Setda) Kolaka yang meluncurkan program bernama ‘Siaga Religi’, sebuah layanan keagamaan terintegrasi yang dirancang untuk mempermudah masyarakat mengakses berbagai informasi keagamaan.
Asisten I Setda Kolaka, Mirdan, menjelaskan melalui aplikasi ini warga dapat memperoleh data rumah ibadah, jadwal kegiatan keagamaan, pendataan pelayan keagamaan, informasi pembinaan, hingga layanan administrasi dan konsultasi secara cepat dan akurat.
“Kehadiran aplikasi ini sebagai wujud inovasi Bagian Kesra dalam menjawab kebutuhan masyarakat di era digital. Siaga Religi diharapkan mampu menghadirkan pelayanan yang lebih cepat, mudah, transparan, dan terintegrasi,” ujarnya, kemarin.
Selain itu, Pemkab Kolaka juga meningkatkan kualitas pengurus jenazah melalui program pelatihan. Langkah ini merupakan strategi Pemkab dalam meningkatkan pelayanan sosial dan keagamaan di Kolaka.
“Pelayanan keagamaan harus ditangani oleh tenaga yang terlatih, profesional, dan siap memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat,” ungkap Mirdan.
Pelatihan penyelenggara jenazah tahun ini menyasar empat petugas dari setiap desa dan kelurahan, masing-masing dua laki-laki dan dua perempuan. Para peserta dibekali kompetensi teknis sekaligus menerima insentif rutin dari Pemkab sebagai bentuk apresiasi atas tugas kemasyarakatan yang mereka emban.
Mantan Kadis Pariwisata Kolaka itu juga mengimbau seluruh peserta pelatihan agar mengikuti kegiatan dengan sungguh-sungguh sehingga dapat menjalankan tugas mulia ini dengan amanah, ikhlas, dan penuh tanggung jawab. Dukungan dari pemerintah kecamatan, desa, dan kelurahan diharapkan memperkuat implementasi program ini sebagai investasi sosial dan spiritual bagi masyarakat Kolaka.
“Dengan pelatihan petugas penyelenggara jenazah dan peluncuran aplikasi Siaga Religi, Pemkab Kolaka menegaskan komitmennya untuk mewujudkan daerah yang berkeadilan, maju, unggul, religius, dan berkarakter di masa mendatang,” pungkas Mirdan.










































