KENDARINEWS.COM — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Konawe Kepulauan (Konkep) terus menegaskan komitmennya menekan angka stunting dan meningkatkan kualitas kesehatan keluarga. Melalui Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A), Pemkab Konkep secara rutin menyediakan layanan Keluarga Berencana (KB) gratis bagi para ibu, baik di fasilitas kesehatan maupun melalui kegiatan sosial di berbagai desa.
Kepala Dinas DP2KBP3A Konkep, Siti Sulaeha Abas, menegaskan salah satu faktor penyebab stunting yang sering tidak disadari masyarakat adalah jarak kehamilan yang terlalu rapat. Kondisi ini dapat mengganggu tumbuh kembang anak dan meningkatkan risiko kesehatan bagi ibu.
“Risiko stunting sangat besar jika jarak kelahiran anak tidak teratur atau terlalu rapat. Pertumbuhan anak bisa terganggu, sementara ibu juga memiliki risiko lebih tinggi mengalami komplikasi. Idealnya, jarak kelahiran berada pada rentang 2–3 tahun agar pola asuh tetap optimal dan kesehatan ibu terjaga,” jelas Siti Sulaeha Abas, kemarin.
Ia menambahkan, pengaturan jarak kehamilan bukan sekadar soal jumlah anak, tetapi untuk memastikan setiap anak mendapat perhatian, nutrisi, dan pengasuhan yang cukup. Karena itu, pihaknya mengajak para ibu aktif memanfaatkan layanan KB gratis sebagai langkah pencegahan.
Pelayanan KB digencarkan melalui dua skema utama, yakni pelayanan di UPTD Puskesmas dan pelayanan melalui kegiatan sosial yang melibatkan kader, tenaga kesehatan, serta penyuluh lapangan keluarga berencana.
“Pelayanan rutin dilakukan di Puskesmas oleh petugas KB yang terlatih. Selain itu, kami juga turun langsung ke lapangan melalui kegiatan sosial agar cakupan layanan semakin luas. Harapan kami, para ibu memahami manfaat KB, tidak hanya untuk mencegah stunting, tetapi juga untuk menekan risiko kematian ibu dan anak saat melahirkan,” ujarnya.
Siti Sulaeha Abas menegaskan akan terus memperkuat edukasi di tingkat desa dan kecamatan, termasuk mengampanyekan pentingnya pengaturan jarak kehamilan sebagai bagian dari pembangunan keluarga yang sehat dan berkualitas.
“Dengan langkah ini, Pemkab Konkep berharap angka stunting dapat ditekan secara signifikan sekaligus memastikan setiap anak tumbuh sehat, cerdas, dan berdaya saing,” harapnya.










































