Pemprov Sultra Apresiasi Dishub Terapkan Sistem Pembayaran Digital, Dapatkan Penghargaan dari BI

KENDARINEWS.COM– Penerapan sistem pembayaran berbasis digital yang dilakukan Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) mendapat apresiasi tinggi dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sultra. Sekretaris Daerah (Sekda) Sultra Asrun Lio, atas nama Pemprov, menyampaikan apresiasi tersebut karena langkah maju yang diambil Dishub mampu meningkatkan efisiensi di bidang transportasi dan meminimalisir kebocoran Pendapatan Asli Daerah (PAD). Lebih jauh, upaya digitalisasi Dishub juga diakui oleh Bank Indonesia (BI) yang memberikan penghargaan atas penggunaan sistem berbasis digital, termasuk penerapan e-tiket yang menjadi senjata utama menekan calo penumpang.

“Sebagai perwakilan Pemerintah Provinsi, saya mengucapkan selamat kepada Dishub Sultra yang telah menjalankan satu sistem yang sangat baik dan mampu meminimalisir terjadinya kebocoran PAD. Ini adalah langkah maju yang layak diikuti oleh OPD lain di provinsi ini,” ujar Asrun Lio.

Sementara Kepala Dishub Muhammad Rajulan menjelaskan bahwa sistem pembayaran digital yang diterapkan Dishub mencakup berbagai layanan transportasi, antara lain pembayaran tiket e-tiket (darat, laut, dan udara), retribusi pelabuhan, retribusi terminal, dan pembayaran layanan parkir di fasilitas transportasi. Semua transaksi dilakukan melalui platform digital yang terintegrasi, sehingga memudahkan penumpang dan masyarakat serta meminimalkan kontak tunai yang berpotensi menyebabkan kebocoran PAD.

“Sebelum ada sistem ini, banyak transaksi dilakukan secara tunai yang sulit dipantau dan berisiko kebocoran. Dengan sistem pembayaran digital, setiap transaksi dicatat secara otomatis dalam basis data, sehingga kita bisa memantau semua pendapatan dengan akurat dan transparan,” jelas Rajulan.

Menurut data yang disampaikan Rajulan, sejak penerapan sistem pembayaran digital pada bulan September 2025, kebocoran PAD di sektor transportasi turun sekitar 25% dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya. Selain itu, waktu transaksi juga berkurang secara signifikan – dari rata-rata 10 menit per transaksi menjadi hanya 2-3 menit, yang meningkatkan kenyamanan penumpang dan efisiensi layanan.

“Efisiensi ini terasa terutama di terminal dan pelabuhan, di mana antrian pembayaran sekarang jauh lebih pendek. Penumpang tidak perlu lagi menunggu lama hanya untuk membayar tiket atau retribusi,” tambah Rajulan.

E-Tiket Menjadi Sorotan, Dapatkan Penghargaan dari BI

Selain sistem pembayaran digital secara umum, penerapan e-tiket yang didukung oleh peralatan digital yang diberikan BI beberapa hari yang lalu menjadi salah satu poin yang diakui dalam penghargaan. Perwakilan BI Cabang Kendari, yang memberikan penghargaan “Inovasi Digital Sektor Transportasi 2025”, menyatakan bahwa e-tiket yang diterapkan Dishub merupakan contoh terbaik penggunaan teknologi untuk memecahkan masalah sosial, yaitu praktik calo yang merugikan penumpang.

Meskipun telah mencapai keberhasilan, Rajulan mengakui bahwa masih ada tantangan yang perlu dihadapi dalam pengembangan sistem digital. Salah satu tantangan utama adalah tingkat akses internet di daerah pedesaan yang masih terbatas, yang membuat beberapa penumpang sulit mengakses layanan digital. Selain itu, tingkat keterampilan digital masyarakat yang bervariasi juga menjadi hambatan dalam penerapan sistem secara luas.

Tinggalkan Balasan