KENDARINEWS.COM — Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo mengungkapkan bahwa proses pemulihan infrastruktur di wilayah terdampak banjir dan longsor di Sumatra akan memakan waktu panjang. Kerusakan berat terjadi pada sejumlah jembatan, badan jalan, dan akses utama yang menghubungkan antarwilayah.
“Banyak banget jembatan dan jalan yang rusak. Rehab-rekonnya mungkin perlu bertahun-tahun,” kata Dody usai bertemu Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi di Gedung Sate, Kota Bandung, dikutip dari jpnn.com Rabu (3/12).
Menurut Dody, petugas di lapangan saat ini terus bekerja memperbaiki jembatan serta menormalisasi jalan yang terputus. Ia berharap dalam beberapa hari ke depan sebagian akses darat dapat kembali dibuka.
“Aceh Tamiang masih buntu, Sibolga sudah mulai terbuka. Kami sekarang fokus ke Aceh Tamiang dan Tapanuli Selatan,” ujarnya, dikutip dari jpnn.com.
Akses Logistik Masih Tersendat
Dody menegaskan bahwa Kementerian PU memprioritaskan pembukaan jalur darat agar distribusi logistik tidak terhambat, mengingat masih banyak masyarakat di wilayah terdampak kesulitan mendapatkan pangan dan bahan pokok.
Ia memastikan anggaran pemulihan infrastruktur tersedia dan siap digelontorkan. “Berapa pun yang dibutuhkan, kami ada anggarannya,” katanya, dikutip dari jpnn.com.
Data BNPB: 604 Meninggal, 468 Hilang
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memperbarui data korban hingga Senin (1/12/2025) pukul 17.00 WIB, mencatat 604 orang meninggal dunia akibat banjir dan longsor besar yang melanda Sumatra. Sementara 468 orang masih dinyatakan hilang.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, merinci:
- Sumatera Utara: 283 meninggal, 173 hilang
- Aceh: 156 meninggal, 181 hilang
- Sumatera Barat: 165 meninggal, 114 hilang
Tim gabungan BNPB, TNI, Polri, Basarnas, kementerian dan lembaga, bersama pemerintah daerah terus melakukan pencarian korban, evakuasi, penyaluran logistik, serta pembukaan akses darat yang masih terisolasi.
Ribuan Warga Mengungsi
Pengungsi tersebar di berbagai wilayah, antara lain:
- 15.765 jiwa di Tapanuli Utara
- 2.111 jiwa di Tapanuli Tengah
- 1.505 jiwa di Tapanuli Selatan
- 4.456 jiwa di Kota Sibolga
- 2.200 jiwa di Humbang Hasundutan
- 7.194 jiwa di Mandailing Natal
Abdul menjelaskan, salah satu jalur yang mulai dapat dilalui adalah Tarutung–Padangsidimpuan, berkat dukungan Dinas PU, TNI, dan Polri.
Pemulihan Jangka Panjang
Meski beberapa akses sudah terbuka, pemerintah mengingatkan bahwa pemulihan total membutuhkan waktu lama mengingat skala kerusakan yang masif. Upaya percepatan terus dilakukan agar distribusi bantuan lancar dan kegiatan masyarakat berangsur pulih.
Pemerintah pusat dan daerah memastikan koordinasi akan terus diperkuat hingga seluruh wilayah terdampak kembali stabil.








































