KENDARINEWS.COM- – Universitas Halu Oleo (UHO) melalui Fakultas Hukum (FH) menjadi tuan rumah pertemuan Badan Kerja Sama (BKS) Dekan Fakultas Hukum (FH) Perguruan Tinggi Negeri (PTN) Wilayah Timur. Acara penting ini berlangsung mulai 26 hingga 28 November 2025 di Hotel Claro Kendari, mempertemukan perwakilan dari 11 universitas negeri di kawasan timur Indonesia.
Plt. Rektor UHO, Dr. Herman, S.H., LL.M., menyampaikan kebanggaannya atas kepercayaan yang diberikan kepada UHO untuk kembali menjadi tuan rumah forum BKS Dekan FH Wilayah Timur. “Malam ini kita membuka kegiatan yang sangat penting ini. Selanjutnya, serangkaian rapat dan pembahasan teknis akan dilaksanakan hingga penutupan pada 28 November,” jelasnya dalam sambutan pembukaan.
Dr. Herman menekankan bahwa forum BKS ini memiliki nilai strategis karena tidak hanya membahas isu-isu internal fakultas, tetapi juga menggali isu-isu nasional yang berkaitan dengan pendidikan hukum dan dinamika hukum yang sedang berkembang. Pertemuan kali ini difokuskan pada beberapa agenda spesifik, termasuk reorganisasi kepengurusan wilayah Timur dan upaya pemerataan kesempatan dalam pengembangan ilmu hukum.
Salah satu perhatian utama adalah pembaruan kepengurusan wilayah Timur, yang masa tugasnya telah melampaui batas yang ditetapkan dalam anggaran dasar dan anggaran rumah tangga. Forum ini diharapkan dapat menghasilkan solusi konkret untuk menetapkan kepengurusan yang sah dan mekanisme kerja yang jelas.
Selain itu, forum juga membahas pemerataan kesempatan partisipasi dalam berbagai kegiatan besar. Misalnya, ketika FH Universitas Airlangga atau perguruan tinggi lainnya mengadakan program, fakultas hukum di wilayah timur diharapkan dapat berpartisipasi aktif, berbagi peluang, dan meningkatkan kemajuan bersama.
Dekan FH UHO, Dr. Guasman Tatawu, S.H., M.H., menambahkan bahwa salah satu fokus utama BKS tahun ini adalah penyelarasan kurikulum. “Kurikulum harus selalu diperbarui agar tetap relevan dengan perubahan regulasi dan kebutuhan dunia kerja. Forum ini bertujuan untuk menemukan model kurikulum terbaik yang memenuhi tuntutan regulasi dan memastikan kelulusan tepat waktu tanpa mengorbankan kualitas,” ujarnya.
Dalam konteks kelulusan tepat waktu, para peserta membahas keselarasan antara beban mata kuliah, durasi studi, dan jumlah mahasiswa yang masuk dan lulus. Mereka menekankan pentingnya penyesuaian waktu agar beban studi tidak menghambat penyelesaian studi mahasiswa.
Sekretaris BKS Dekan FH PTN Wilayah Timur, Dr. Erma Rusdiana, S.H., M.H., menyoroti bahwa meskipun banyak kerja sama antarperguruan tinggi dan lembaga telah ditandatangani, implementasinya belum optimal. “Kerja sama tidak boleh hanya menjadi seremoni penandatanganan MoU, tetapi harus diikuti dengan realisasi program yang memberikan manfaat langsung kepada program studi,” tegasnya.
Pada hari pertama, delegasi dari 11 universitas telah hadir. Panitia mencatat bahwa wilayah timur sebenarnya memiliki sekitar 26 Fakultas Hukum PTN, namun sejumlah kegiatan yang bertepatan menyebabkan partisipasi belum maksimal. Pertemuan ini diharapkan dapat meningkatkan komitmen terhadap implementasi kerja sama dan langkah-langkah konkret dalam menyelaraskan kurikulum di wilayah timur. (win)










































