Muhammad Idrus Resmi Jadi “Jenderal ASN”

KENDARINEWS. COM – – Setelah tiga bulan diisi oleh seorang karateker, jabatan Sekretaris Daerah (Sekda) Kolaka Utara (Kolut) akhirnya resmi definitif. Muhammad Idrus, mantan Kepala Dinas Pendidikan Kolut, dilantik menjadi Sekda setelah terpilih sebagai yang terbaik dalam uji kompetensi seleksi jabatan pimpinan tinggi pratama. Pelantikan ini mengakhiri masa penugasan M. Idrus sebagai pelaksana harian (Plh) dan penjabat (Pj) Sekda Kolut.

Pengambilan sumpah Muhammad Idrus sebagai “Jenderal ASN” dipimipin langsung Bupati Kolut Nur Rahman Umar di aula lantai III kantor Sekretariat Daerah (Setda) Kolut, Rabu (26/11). Seremoni pelantikan Sekda Kolut dihadiri Wakil Bupati (Wabup) Kolut H. Jumarding, SE, Ketua DPRD Kolut Fitra Yudi, unsur Forkopimda hingga pimpinan dan pejabat OPD lingkup Pemkab Kolut.

Bupati Kolut Nur Rahman Umar mengatakan jabatan Sekda merupakan amanah besar yang menuntut tanggung jawab penuh, baik secara administratif maupun moral. Pasalnya, posisi ini sangat strategis dalam meningkatkan kualitas penyelenggaraan pemerintahan daerah. Selain motor penggerak operasional, Sekda merupakan koordinator perangkat daerah dan penjaga keselarasan tata kelola pemerintah.

“Selamat kepada Muhammad Idrus semoga amanah ini bisa dijalankan dengan penuh integritas dan profesional. Kami menaruh harapan besar kepada Sekda yang baru dilantik untuk memperkuat soliditas pemerintahan dan meningkatkan kualitas pelayanan publik,” harap Nur Rahman Umar.

Bupati yang baru saja menerima penghargaan Sultra Award 2025 ini meminta seluruh pejabat bekerja sesuai tugas dan fungsi masing-masing, bukan bergantung pada kedekatan dengan pimpinan. Menurutnya, profesionalitas aparatur akan terlihat dari kemampuan mengelola unit kerja, memahami persoalan dan mengeksekusi kebijakan secara tepat.

“Kita harus bekerja sesuai tugas dan fungsi, bukan manja dan tidak siap menghadapi tantangan. Kemampuan dalam satu unit kerja bukan hanya soal akademis, tapi juga kemampuan memahami persoalan dan mengeksekusi pekerjaan,” kata bupati Kokut dua periode ini.

Mantan Kadis Pertambangan Kolut menyoroti aparatur yang merasa diabaikan bila tidak dipromosikan. Ia menegaskan promosi jabatan selalu mempertimbangkan kebutuhan organisasi dan kapasitas individu.

“Jangan merasa risih atau diabaikan kalau tidak dipromosi. Semua jabatan dipertimbangkan berdasarkan kemampuan dan kebutuhan organisasi,” tandasnya.

Dengan kondisi pendapatan daerah yang mengalami penurunan, ia memintas seluruh OPD proaktif mencari peluang program di kementerian dan memperkuat koordinasi lintas instansi.

“Mari kita bergandengan tangan bekerja bersama, gotong royong, menyatukan langkah demi terwujudnya Kolaka Utara yang melayani, maju dan berkelanjutan. Harapannya, kinerja birokrasi dan pelayanan publik bisa ditingkatkan lagi,” ajak Nur Rahman Umar. (mal)

Tinggalkan Balasan