KENDARINEWS.COM–Gelar akademik yang berhasil disandang para wisudawan dan dengan kompetensi yang diraih, diharapkan lulusan Universitas Halu Oleo (UHO) akan menjadi pejuang serta pelopor dalam menghadapi kehidupan. Hal itu diungkapkan oleh Plt Rektor UHO, Dr. Herman, S.H.,LL.M saat Wisuda Program Doktor XLV (45), Magister LXXIV (74), Profesi Dokter (42), Pendidikan Profesi Apoteker XIII (13) dan Sarjana ke CVII (107) periode Juli-Oktober 2025, di Auditorium Mokodompit UHO, Selasa (11/11/2025).

Plt Rektor UHO, Dr. Herman, S.H.,LL.M mengatakan bahwa wisuda periode ini sebanyak 2.936 orang, yang tersebar dalam 14 Fakultas, dan Pascasarjana. Wisuda gelombang ketiga pada hari ini (kemarin, red) diikuti 736 orang (Insha Allah hari Rabu 12 November 2025 (hari ini) akan diwisuda 698 orang, Sebelumnya telah diwisuda gelombang pertama dan kedua, Selasa 4 November 2025 sebanyak 744 orang, dan Rabu 5 November 2025 sebanyak 758 orang.
“Wisuda hari ini tersebar pada 4 Fakultas yaitu: Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) dan Fakultas Peternakan (FPt),” ujarnya.
Dr. Herman menyebut bahwa, wisudawan-wisudawati yang memakai selempang dengan tulisan Cumlaude khusus yang memiliki IPK mulai 3,50. Wisuda bukanlah akhir untuk berhenti belajar, namun sebaliknya ilmu yang sudah anda dapatkan di kampus ini digunakan untuk kemaslahatan umat manusia dalam menyelesaikan permasalahan dan tantangan yang semakin komplek ke depan.

“Gunakan Ilmu yang didapat sebagai bekal dalam berkompetisi di dunia kerja dan menghadapi perubahan dunia yang begitu cepat. Belajar merupakan peristiwa mental, proses internal yang tidak hanya melibatkan hubungan stimulus dan respon tapi lebih dari itu, bahwa belajar merupakan aktivitas yang melibatkan kegiatan berpikir yang kompleks dan juga dorongan mental yang dikendalikan oleh otak dan ketulusan hati untuk diniatkan membantu sesama,” ucapnya.
Ia menjelaskan bahwa, dengan gelar akademik yang berhasil disandang para wisudawan dan dengan kompetensi yang diraih, diharapkan lulusan UHO akan menjadi pejuang serta pelopor dalam menghadapi kehidupan yang berorientasi pada nilai-nilai luhur dalam mengamalkan ilmu yang dimiliki, menapaki karir dan kembali ke tengah masyarakat, serta memberikan kontribusi yang terbaik untuk bangsa dan negara.
“Kami berharap kepada anda semua bisa sukses dalam kehidupan, untuk meraih kebahagiaan di dunia dan akhirat. Untuk itu, siapkan dan pantaskanlah diri anda sebelum kesempatan itu datang. Bekali diri dengan ilmu pengetahuan dan pengalaman yang memadai, agar anda bisa lebih baik, selalu kreatif, inovatif dan adaptif terhadap pembaruan dan mampu menyesuaikan diri dari berbagai tantangan dan keadaan yang kurang mendukung,” jelasnya.
Dr. Herman juga berharap kepada alumni untuk mendukung program Tracer Study Alumni UHO melalui pengisian data di laman tracer.uho.ac.id. Tracer study dijadikan sebagai salah satu indikator kinerja PT, oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT). Tracer study ditujukan untuk melacak jejak lulusan/alumni yang dilakukan 2 tahun setelah kelulusan. “Hasil Tracer study akan membantu UHO dalam mengetahui alumni/lulusan yang terserap di dunia kerja serta menyiapkan kompetensi lulusan sesuai dengan yang diperlukan di dunia kerja. Partisipasi alumni sangat mendukung kemajuan UHO ke depan,” terangnya.
Sementara Direktur Jenderal (Dirjen) Pemeriksaan Keuangan Negara (PKN) VI di Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI, Dr. Laode Nusriadi, S.E., M.Si., Ak, CA, CPA, CFrA, CSFA, CertDA, ACPA, ERMCP, FCPA yang hadir dalam acara tersebut menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para orang tua, keluarga, dan para dosen yang telah
mendampingi dan mendukung para wisudawan dan wisudawati hingga mencapai titik ini. “Kepada para wisudawan dan wisudawati, saya
mengucapkan selamat dan penghargaan atas gelar Doktor, Magister, Sarjana, serta profesi yang diraih hari ini. Capaian tersebut adalah bukti kerja keras, ketekunan, dan semangat juang yang tiada henti,” terangnya.
Ia menuturkan bahwa, saat ini seluruh perguruan tinggi didunia tengah
berhadapan dengan pertanyaan mendasar perihal: apakah secara Didaktik mereka masih relevan atau telah Out Date. Pertanyaan ini mengantar perguruan
tinggi diseluruh dunia untuk memeriksa kembali apakah visi mereka masih cukup kuat untuk menampung seluruh dinamika yang terjadi baik di tingkat lokal, regional, nasional hingga tingkat global.
“Searah dengan pertanyaan tersebut, UHO juga perlu terus menerus memantaskan dirinya untuk secara Otentik berada pada barisan perguruan tinggi dengan kontribusi yang kuat namun tetap dapat diakses oleh seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali,” tuturnya.
UHO kata dia, perlu menguatkan aspek tata kelola atau Good University Governance secara berkelanjutan dari waktu ke waktu. Sebagai sharing pengalaman praktik di bidang
pemeriksaan pengelolaan dan tanggung jawab keuangan negara, tata kelola yang baik sesungguhnya bermula dari tiga kebiasaan sederhana: jujur pada data, disiplin pada proses, dan bertanggung jawab pada hasil.
“Tata Kelola yang baik akan mengantarkan UHO untuk semakin efisien dan efektif mengelola sumberdaya yang dimiliki, meningkatkan trust dan reputasi institusi di hadapan publik, menarik talenta berkualitas baik dosen, peneliti maupun mahasiswa, serta memberikan ruang bagi kerjasama pendanaan yang lebih luas,” bebernya.
Wisudawan yang mendapatkan predikat sebagai lulusan terbaik tingkat Universitas Muhammad Akbar, dengan nilai IPK 3,98 dan lama studi 4 tahun, pada Program Studi Manajemen S1, Fakultas Ekonomi dan Bisnis mengungkapkan bahwa, menjadi wisudawan terbaik tentu bukanlah hal yang mudah. Di balik raihan ini ada tekad yang kuat dan doa orang tua yang menjadi sumber semangat.
“Motivasi utama saya adalah orang tua. Karena bagaimanapun, merekalah yang telah berjuang membiayai kuliah saya, dengan kerja keras dan doa mereka saya bisa sampai di titik ini,” ungkapnya.
Selama menempuh studi, ia aktif di berbagai kegiatan kampus dan organisasi. “Saya pernah ikut di Departemen Sosial Masyarakat BEM Fakultas, lalu di semester lima menjadi Sekretaris Umum Himpunan Mahasiswa Jurusan Manajemen. Saya juga mengikuti pertukaran mahasiswa di Institut Teknologi Bandung (ITB) selama satu semester pada tahun 2023,” tuturnya.
Tak berhenti di situ, ia juga mengikuti Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) dan program magang serta studi independen bersertifikat dari Kementerian Pendidikan di PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP). “Sekarang saya juga sudah bekerja di IMIP sebagai HRD. Saya izin datang ke Kendari untuk mengikuti Yudisium,” katanya.
Laki-laki kelahiran Bau-bau ini mengaku sangat bersyukur dan terharu atas prestasi tersebut. “Alhamdulillah, sangat bangga, apalagi hari ini mama saya hadir. Beliau jauh-jauh datang dari Teluk Bintuni, Papua Barat, demi menghadiri acara ini. Untuk mahasiswa saya menitipkan pesan agar kalian harus selalu ingat pesan orang tua, jangan pernah membuat mereka kecewa. Karena doa dan restu merekalah yang membuat kita bisa sampai di titik ini,” tambahnya.
































