Hippelwana Bangkit Kembali, Wabup Bombana Dorong Pembangunan Asrama

KENDARINEWS.COM- – Himpunan Pemuda Pelajar Mahasiswa Kabaena (Hippelwana) kembali menunjukkan eksistensinya dengan menggelar pelantikan pengurus baru di Graha Pena, Kota Kendari, Minggu (2/11/2024). Setelah lebih dari satu dekade vakum, organisasi ini bangkit di bawah kepemimpinan Ajmail Umar, yang dilantik oleh Kerukunan Keluarga Besar Kabaena Kota Kendari.

Acara pelantikan ini dihadiri oleh berbagai tokoh masyarakat, mahasiswa, dan alumni Hippelwana dari berbagai generasi. Di antara tamu undangan yang hadir adalah Ketua Kerukunan Keluarga Besar Kabaena (KKBK), Dr. H. Samsuri; Dewan Pembina KKBK, Sahrun Gaus; Sekjen RKM, Dr. Masrul; Ketua Demisioner Hippamor, Hamdan; Kepala MAN 1 Konda, Mas’ud Ahmad; dan Direktur Kendari Pos, Awal Nurjadin, serta mantan Ketua Keluarga Besar Putra Putri Polri (KBPPP) Sultra, Anna Susanti.

Suasana kekeluargaan yang hangat terasa sepanjang acara pelantikan, menandai momentum penting bagi regenerasi pelajar asal Kabaena.

Wakil Bupati Bombana, Ahmad Yani, turut hadir dan memberikan pesan inspiratif kepada para pengurus baru. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya menjaga nilai-nilai kebersamaan dan semangat perjuangan yang telah diwariskan oleh para pendiri Hippelwana.

“Dulu, saat kami berjuang membangun Hippelwana, tidak ada pejabat yang membantu. Tapi kami bisa bertahan karena semangat persatuan,” ujar Ahmad Yani, mengenang masa-masa sulit perjuangan organisasi ini.

Ahmad Yani juga menegaskan bahwa Hippelwana harus menjadi garda terdepan dalam membangun sinergitas dengan pemerintah daerah, khususnya dalam mendukung program-program pembangunan yang bermanfaat bagi masyarakat Kabaena. Ia juga menyampaikan harapan agar Hippelwana segera memiliki asrama sendiri.

“Hippelwana harus hadir memberi kontribusi nyata, bukan hanya bagi mahasiswa, tetapi juga bagi masyarakat Kabaena secara luas,” tambahnya.

Dalam pesannya yang penuh motivasi, Ahmad Yani mengingatkan agar setiap anggota Hippelwana menjaga keikhlasan dalam berorganisasi. “Hati harus bersih, jangan ada kepentingan lain. Jangan takut karena bukan anak pejabat. Justru dari semangat dan keberanian itulah lahir pemimpin sejati,” tegasnya.

Ahmad Yani juga mengingatkan agar para pengurus tidak mudah menyerah dalam menghadapi kesulitan. “Jangan jadi pengurus yang cengeng. Tantangan itu bagian dari proses pendewasaan,” tuturnya. Ia menegaskan bahwa keberanian, kecerdasan, dan keikhlasan adalah kunci agar Hippelwana bisa terus eksis dan berperan besar bagi kemajuan daerah.

Sementara Ketua Dewan Pembina KKBK, Sahrun Gaus, juga menyoroti pentingnya ketangguhan organisasi dalam menghadapi dinamika zaman. Ia mengingatkan bahwa Hippelwana akan menghadapi berbagai tantangan, baik dari internal maupun eksternal. “Kita butuh tantangan, karena dari situlah energi penggerak itu muncul. Tantangan harus dihadapi, bukan dihindari,” ujarnya.

Sahrun Gaus mendorong para pengurus baru untuk menjadi generasi Hippelwana yang berani dan tangguh dalam berpikir serta bertindak. Menurutnya, organisasi mahasiswa seperti Hippelwana harus menjadi wadah pembentukan karakter dan kepemimpinan generasi muda Kabaena. “Kalian harus menjadi generasi Hippelwana yang berani, yang bisa menghadapi persoalan dengan kepala dingin dan hati yang kuat,” pesannya.

Dengan semangat kebersamaan dan pesan-pesan inspiratif dari para tokoh, Hippelwana diharapkan mampu menjadi organisasi yang aktif, progresif, dan berkontribusi nyata dalam membangun masa depan Kabaena yang lebih baik.

Tinggalkan Balasan