KENDARINEWS.COM- Di tengah suasana haru yang menyelimuti Phinisi Ballroom Hotel Claro Kendari, sosok Nining Yulianti, seorang mahasiswi Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Terbuka (UT) Kendari, mencuri perhatian. Perempuan asal wanci, Kabupaten Wakatobi ini berhasil meraih predikat terbaik dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,83 pada wisuda UT Kendari tahun 2025.
Dengan mata berbinar, Nining tak kuasa menyembunyikan rasa bahagianya.
“ Alhamdulillah,saya sangat berrsyukur karena perjuangan kuliah selama 4 tahun akhirnya sudah terbayar lunas dengan IPK 3,83 “ ungkapnya dengan senyum bangganya.
Nining yang kini berusia 24 tahun, merupakan anak tunggal dari pasangan pegawai negri sipil. Ia menuturkan keputusannya kuliah di UT merupakan pilihan yang sangat tepat di karenakan sistem pebelajarannya terbuka dan flekssibel yang sangat mendukung kondisinya saat ini sebagai seorang istri seorang ASN yang kerap berpindah lokasi tugas.
“ Saya memilih UT di karenakan sistem kuliahnya ssangat fleksibel. Saya sudah menikah dan mengikuti suami yang sering berpindah tugas di bebrapa daerah. Dengan UT, saya tetap bisa kuliah dari mana saja, yang penting ada jaringan data,” jelasnya.
Meski tampak mudah, perjalanan Nining untuk menuju gelar sarjana penuh perjuangan, Ia harus pandai membagi waktu antara perkuliahan dan tanggung jawabnya sebaga ibu rumah tangga.
“ Tantangan dalam masa berkuliahan yaitu melawan rasa malas. Setelah mengurus anak, Suami, dan rumah, kadang capek sekali. Tapi saya selalu memotivasi diri karena ingin membanggakan kedua orang tua saya,” tuturnya.
Kini, setelah resmi menyandang gelar sarjana Pendidikan, Nining memilih untuk focus terlebih dahulu menjalani perannya sebagai ibu rumah tangga, sembari menata rencana masa depan.
“ Untuk sementara ini saya hanya fokus di rumah dulu karena menyesuaikan dangan tugas tugas suami saat ini. Tapi ke depannya di lihat kondisinya dulu,” ujarnya.
Selain bersyukur atas pencapaiannya saat ini, Nining juga berharap agar semakin banyak Masyarakat yang mengenal dan mempercayai kualitas Pendidikan d Universitas Terbuka.
” Harapan saya semoga makin banyak yang kuliah di UT dan sadar bahwa alumni UT itu bukan alumni biasa. Kita akan bisa berkarya di mana saja, bahkan di rumah,” harapanya.
Menutup kisah inspiratifnya, Nining menyampaikan pesan sederhana namun bermakna bagi para ibu rumah tangga yang ingin tetap menempuh pendidikannya.
“ Kuncinya yaitu kita harus pintar-pintar membagi waktu. Kuliah,Ruah tangga, Anak, Dan suami semuanya penting. Kalau dijalani dengan niat dan disiplin insyaallah bisa,” Pesannya dengan penuh semangat.
Kisah Nining ini menjadi bukti nyata bahw penidikan terbuka memberi ruang bagi siapa saja untuk maju, tanpa batas usia, Lokasi, atau status sosial dengan komitmen UT daam membuka akses Pendidikan tinggi bagia seluruh rakyat Indonesia. (Mg6)










































