Mudik 2025, BPTD Wilayah Sultra Tambah Jadwal Pelayaran

KENDARINEWS.COM—Mengantisipasi lonjakan pemudik, BPTD Wilayah Sultra telah menambah jadwal pelayaran di beberapa jalur penyeberangan utama. Salah satunya di Pelabuhan Amolengo, yang biasanya melayani enam trip dengan tiga kapal setiap harinya, kini ditambah menjadi tujuh trip per hari.

“Kami sudah mulai melihat adanya peningkatan penumpang di Amolengo. Sehingga, dilakukan penambahan satu trip kapal. Ini bertujuan agar antrian panjang yang sering terjadi dapat diminimalisir,” terangnya.

Husni mengimbau agar pemudik yang menggunakan jalur ini, tidak menunda perjalanan hingga mendekati hari lebaran.

“Masih ada waktu sebelum puncak arus mudik. Kami berharap masyarakat bisa memanfaatkan waktu ini, agar perjalanan lebih lancar dan nyaman,” katanya.

Terkait kemungkinan penambahan trip lebih lanjut, Husni menyatakan hal tersebut akan disesuaikan dengan kondisi di lapangan.

“Kami akan terus memaksimalkan operasional pelayanan, tentu dengan tetap memperhatikan faktor keselamatan. Sebab, meskipun bisa ditambah, kita juga harus mempertimbangkan daya tahan kru dan kapal agar tetap aman,” jelasnya.

Penyeberangan Kolaka-Bajoe

Selain di Amolengo, jalur penyeberangan Kolaka-Bajoe juga menjadi perhatian utama BPTD. Rute ini termasuk dalam pantauan nasional, karena menghubungkan Sulawesi Tenggara dengan Sulawesi Selatan.

Perjalanan di jalur ini memakan waktu hingga delapan jam. Sehingga, pengaturan jadwal menjadi lebih kompleks dibandingkan dengan Amolengo-Labuan yang hanya membutuhkan waktu sekitar 45 menit.

“Di Kolaka-Bajoe terdapat sembilan hingga sepuluh kapal yang beroperasi dengan sistem crossing tiga kapal setiap harinya. Mayoritas penumpang di jalur ini adalah pengguna kendaraan pribadi, terutama sepeda motor dan mobil,” jelasnya.

Ia menambahkan, pengawasan di jalur ini akan diperketat untuk memastikan arus mudik berjalan lancar.

“Kami sudah menempatkan petugas di lapangan agar prioritas keberangkatan tetap diberikan kepada pemudik. Seperti di Amolengo, kendaraan logistik diberangkatkan terakhir setelah roda dua dan kendaraan pribadi,” katanya.

Dalam kesempatan yang sama, Husni Mubarak juga menegaskan, pihaknya akan menindak tegas praktik percaloan tiket di pelabuhan maupun terminal.

“Kami mengimbau para pemudik untuk tidak membeli tiket melalui calo. Jika menemukan praktik tersebut, segera viralkan agar pelayanan transportasi bisa lebih baik dan transparan. Jika ada petugas kami yang terlibat, kami tidak akan segan-segan memberikan tindakan tegas,” janjinya.

Tinggalkan Balasan