KENDARI – Perjuangan tak kenal lelah antara mengemban ilmu dan membantu orang tua membuahkan hasil gemilang. Dwi Pratiwi Aprilya Wahid, mahasiswi Program Studi Teknik Informatika Fakultas Teknik Universitas Halu Oleo (UHO) angkatan 2022, resmi dinobatkan sebagai lulusan terbaik dengan torehan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,99 dan menyelesaikan studi hanya dalam waktu 3 tahun 8 bulan.
Wanita kelahiran Sidenreng Rappang (Sidrap), 3 April 2004 ini mengaku kebahagiaannya menjadi lengkap karena momen wisuda bersejarah ini dapat disaksikan langsung oleh kedua orang tuanya yang telah mendukungnya sekuat tenaga.
“Rasanya sangat bahagia dan bangga. Perjuangan selama hampir empat tahun ini terbayar lunas karena saya bisa lulus dengan hasil terbaik dan didampingi orang tua. Sejak awal masuk kuliah, memang saya sudah menargetkan harus berusaha menjadi yang terbaik,” ujar Dwi dengan mata berbinar.
Manajemen Waktu Antar Kampus dan Pasar
Di balik prestasi gemilang itu, Dwi menyimpan kisah disiplin dan ketekunan yang luar biasa. Ia memilih tidak masuk ke organisasi kemahasiswaan agar bisa membagi waktu secara maksimal antara akademik dan membantu orang tua yang berjualan kue di kawasan Pasar Baru Kendari.
“Jadwal saya cukup padat. Pulang dari kampus saya langsung ke pasar bantu orang tua berjualan. Setelah selesai dan istirahat sebentar, saya bangun lagi pukul 04.00 atau 05.00 pagi untuk belajar dan mengerjakan tugas sebelum berangkat kuliah,” ungkapnya.
Dwi mengakui jurusan Teknik Informatika lebih banyak menuntut praktik ketimbang teori, mulai dari membuat situs web, aplikasi, hingga presentasi proyek. Ia pun selalu memastikan setiap tugas selesai jauh sebelum tenggat waktu dan persiapan ujian dilakukan secara matang.
Tak Kenal Lelah Hadapi Tantangan Coding
Salah satu tantangan terberat yang sering ia hadapi adalah materi pemrograman atau coding. Sering kali kode yang disusun tidak berjalan sesuai harapan, namun hal itu justru memicu semangatnya untuk tak berhenti mencoba hingga menemukan solusi yang tepat.
“Setiap kali program mengalami kendala, saya tidak langsung menyerah. Saya belajar untuk sabar dan teliti mencari letak masalahnya sampai akhirnya berhasil. Itu pelajaran berharga bagi saya,” tambahnya.
Meskipun lahir di Sidrap, keluarga Dwi yang berasal dari Suku Bugis sudah lama menetap dan membangun kehidupan di Kendari. Kini setelah menyandang gelar sarjana, gadis tekun ini berencana mencari pengalaman kerja selama sekitar enam bulan terlebih dahulu. Setelah itu, ia bercita-cita melanjutkan studi magister di Program Studi Teknik Informatika Universitas Gadjah Mada tahun depan.










































