KENDARINEWS.COM—Teacher Learning Center (TLC) Sulawesi Tenggara menggelar Gebyar Pendidikan Sultra dengan tema Sinergi dan Harmoni Membangun Kompetensi Pendidik Berkelanjutan pada sabtu (16/10). Acara ini berlangsung di Kantor Gubernur Sulawesi Tenggara, menghadirkan berbagai pemangku kepentingan pendidikan untuk mendukung pengembangan kompetensi pendidik secara berkesinambungan.
Ketua TLC Sulawesi Tenggara sekaligus Kepala SMAN 1 Kendari, Ruslan, S.Pd., M.Si., dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur atas keberadaan TLC yang lahir pada 2021 yang di inisiasi dan didukung oleh Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Tenggara.
“Atas inisiasi dan dukungan Bapak Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Tenggara, Dr. Asrun Lio. TLC dapat menjadi lembaga yang berperan penting dalam meningkatkan profesionalisme guru secara berkelanjutan dan mampu menjadi pusat pelatihan inovatif yang melahirkan guru-guru berkualitas serta berdaya saing tinggi,” ujarnya.
Sejak berdiri, TLC telah mengalami perkembangan signifikan. Pada 2021, program dimulai dengan melibatkan enam pengelola dan 35 master teacher. Setahun kemudian, TLC menyelenggarakan pelatihan intensif dan berhasil menyusun enam modul pelatihan yang menjadi landasan kegiatan lebih lanjut. Pada 2023, lima modul tambahan dihasilkan, serta pelatihan Kurikulum Merdeka telah dilakukan di 17 kabupaten/kota di Sulawesi Tenggara.
Ruslan mengatakan bahwa tahun 2024 menandai perekrutan 30 master teacher tambahan, sehingga total pengelola dan master teacher saat ini mencapai 65 orang. “Hingga tahun ini, TLC telah melatih 9.626 guru di Sulawesi Tenggara. Meskipun kerja sama dengan Putera Sampoerna Foundation (PSF) berakhir pada 2024, kami berharap pemerintah tetap memberi ruang bagi TLC untuk terus berkegiatan,” katanya.
TLC juga mulai merambah pelatihan untuk guru jenjang SD dan SMP di Kendari dan berencana memperluas cakupan pada 2025 ke seluruh kabupaten/kota. “Dan sampe hari ini kami baru masuk kepada tataran Daerah Daerah khususnya Guru SMA, SMK dan SLB sedangkan untuk SMP dan SD kami baru memulai ditahun 2024 ini di kota kendari semoga tahun 2025 dapat memperluas ruang kegiatan agar lebih banyak dan lebih luas lagi,” bebernya.
Ia juga menambahkan bahwa proses rekrutmen ini merupakan bagian dari upaya strategis TLC untuk memperluas cakupan pelatihan ke seluruh wilayah Sulawesi Tenggara. Dengan bertambahnya master teacher di beberapa kabupaten/kota.
“Rekrutmen master teacher baru juga telah dilakukan di Konawe Selatan, Konawe, Konawe Utara, dan Kota Kendari. Semoga TLC bisa memberikan pelatihan yang lebih merata, menjangkau lebih banyak daerah dan tetap menjadi garda terdepan pelatihan guru,” tambahnya.
Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Tenggara, Drs. Asrun Lio, M.Hum., Ph.D, menegaskan bahwa pembentukan TLC didasari oleh kebutuhan akan guru-guru yang kompeten. “Guru adalah profesi yang menuntut pembaruan pengetahuan dan keterampilan secara berkelanjutan. Dengan adanya TLC, kita harapkan guru-guru di Sulawesi Tenggara dapat terus berkembang menjadi profesional yang unggul,” jelasnya.
Asrun Lio juga menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang telah mendukung keberadaan TLC. “Kami berterima kasih kepada mitra yang telah berkontribusi dalam mendukung terbentuknya TLC. Lembaga ini diharapkan memberikan dampak positif kepada guru-guru di seluruh Sulawesi Tenggara, yang jumlahnya lebih dari 54 ribu orang,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya keberlanjutan program TLC untuk mendukung pendidikan yang merata dan berkualitas di seluruh kabupaten/kota. “TLC terus bergerak, dan kami berharap lembaga ini mampu menjangkau seluruh wilayah serta meningkatkan kompetensi semua guru di Sulawesi Tenggara,” tutupnya.
Acara ini menjadi bukti sinergi antara pemerintah dan pemangku kepentingan pendidikan dalam membangun kompetensi guru secara berkelanjutan. Dengan langkah-langkah strategis yang dilakukan TLC, diharapkan dunia pendidikan di Sulawesi Tenggara akan semakin maju dan mampu menghadapi tantangan masa depan. (M2/M1)










































