Ganti Nasi Putihmu dengan Nasi Merah, Bisa Turunkan Diabetes Loh!

KENDARINEWS.COM—-Tahukan kamu bahwa makan nasi putih lebih dari 5 porsi seminggu bisa menyebabkan risiko terkena penyakit diabetes melitus, terutama tipe 2 sebanyak 78%? Hal tersebut diung- kapkan oleh Villigas R. dalam Arc Intern Medical Journal (2007), yang melakukan penelitian konsumsi jenis-jenis karbohidrat pada masyarakat Tionghoa. Seperti di Indonesia, masyarakat Tionghoa banyak mengonsumsi nasi sebagai makanan pokoknya. Total rata-rata energi yang dikonsumsi dari nasi putih pada masyarakat Tionghoa adalah 53,7%.

Lalu kalau kita tidak makan nasi, makan apa dong? Mungkin ada sebagian orang yang protes dengan pernyataan padahal solusinya cukup mudah.
“Ganti nasi putih Anda dengan nasi merah 100 gram per hari (50 gram beras) atau minimal 2 kali per minggu, maka risiko penyakit diabetes melitus tipe 2 akan berkurang sebanyak 15- 30%,” papar Qi Sun, peneliti lainnya dari Department of Nutrition Havard Medical School, Boston.

Dalam buku 9 SECRETS OF WOMEN – Rahasia Gizi yang Penting Diketahui oleh Wanita oleh Dyah Umiyarni Purnamasari menyebutkan penyakit diabetes tipe 2 adalah penyakit diabetes yang menimpa pada orang-orang setelah dia dewasa. Artinya bahwa diabetes ini bukan penyakit genetik atau keturunan, seperti diabetes tipe I, tetapi penyakit yang terjadi karena pola makan salah yang terakumulasi dan kelihatan dampaknya pada saat dia sudah dewasa.

Pada diabetes tipe 2, jumlah insulin yang berfungsi mengangkut glukosa dalam darah sangat rendah atau bahkan tidak ada. Hal ini menyebabkan penumpukan glukosa dalam darah yang mengarah pada hiperglikemia. Kondisi ini bisa disebabkan oleh pola makan yang tinggi gula, sehingga produksi insulin tidak mencukupi, atau karena pankreas, yang bertugas memproduksi insulin, tidak lagi mampu berfungsi akibat beban yang terlalu berat di masa lalu.

Lalu bagaimana sih cara menjaga insulin? ternyata untuk menyelamatkan kondisi insulin kita, maka dianjurkan memperbanyak makanan dengan Indeks Glikemik rendah. Indeks Glikemik adalah skor yang diberikan secara berjenjang untuk berbagai jenis makanan, dasarnya adalah kemampuannya untuk dapat meningkatkan kadar glukosa dalam darah.

Nasi merah dan nasi putih sama sama memiliki Indeks Glikemik. Namun meskipun keduanya adalah nasi, indeks glikemik nasi merah lebih rendah, yaitu 55, dibandingkan nasi putih yang memiliki indeks glikemik 64. Indeks glikemik yang rendah berarti konsumsi nasi merah tidak menyebabkan lonjakan kadar glukosa darah yang tajam seperti nasi putih. Skor indeks glikemik yang lebih tinggi pada nasi putih bisa disebabkan oleh proses pengolahannya yang mengurangi kandungan beberapa zat penting, seperti serat, vitamin, magnesium, dan fitoestrogen, yang berperan sebagai pelindung terhadap diabetes.

Banyak orang masih berpikir bahwa nasi putih harus sangat putih, sehingga proses penggilingan dilakukan secara maksimal untuk mendapatkan tampilan yang menarik, yang berujung pada harga yang lebih mahal. Namun, proses ini justru mengakibatkan hilangnya beberapa zat gizi yang berharga.

Selain itu nasi merah memiliki kandungan serat makanan yang lebih tinggi dalam 100 gram, yaitu 3,32 gram, dibandingkan nasi putih yang hanya 0,74 gram. Asupan serat yang tinggi dapat meningkatkan sirkulasi insulin dalam darah, sehingga mengurangi risiko penumpukan glukosa dan mencegah terjadinya diabetes melitus.

Zat gizi lain yang terdapat dalam jumlah tinggi pada nasi merah adalah selenium, yaitu 26 mg, dibandingkan nasi putih yang hanya mengandung 19 mg. Selenium merupakan komponen penting yang berfungsi dalam pertahanan dan sistem kekebalan tubuh. Zat ini dapat membantu memperbaiki DNA dan sel-sel yang rusak, serta menghambat pembelahan sel, sehingga berperan dalam pencegahan kanker.

Mengingat manfaat kesehatan yang signifikan, mengkonsumsi nasi putih sebaiknya dikurangi. Sebaliknya, nasi merah perlu dikonsumsi untuk mengurangi risiko diabetes mellitus dan meningkatkan daya tahan tubuh.(kn)

Tinggalkan Balasan