Bombana Masuk 10 Besar Penuruan IPH Tertinggi Nasional

KENDARINEWS.COM—Ikhtiar Penjabat (Pj) Bupati Bombana, Drs. Edy Suharmanto, dalam menekan laju inflasi di Kabupaten Bombana berbuah manis. Pj Bupati Edy berhasil membawa Kabupaten Bombana masuk dalam posisi 10 besar Kabupaten/Kota dengan penurunan Indeks Perkembangan Harga (IPH) tertinggi secara nasional.

Prestasi ini terungkap dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi yang diselenggarakan melalui platform Zoom bersama Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), dipimpin langsung oleh Tito Karnavian pada Selasa (4/6).

Menurut data yang dipaparkan, penurunan IPH Kabupaten Bombana menunjukkan tren yang sangat positif dan berkelanjutan selama tiga pekan berturut-turut. Pada minggu pertama, IPH Kabupaten Bombana mengalami penurunan sebesar -2,12 persen. Angka ini terus membaik pada minggu kedua dengan penurunan mencapai -3,65 persen. Pada minggu terkini, IPH kembali mengalami penurunan signifikan hingga mencapai -3,96 persen. Konsistensi penurunan IPH ini menjadi indikator penting bahwa perkembangan harga-harga di Kabupaten Bombana berhasil dikendalikan dengan baik.

Pj Bupati Edy Suharmanto menjelaskan bahwa keberhasilan ini merupakan hasil kerja keras dari semua pihak yang terlibat dalam pengawasan dan pengendalian harga di pasaran secara rutin. Berbagai upaya seperti penyelenggaraan pasar murah, lapak tani, hingga operasi pasar yang dilakukan secara berkala telah memberikan kontribusi signifikan dalam penurunan IPH di Kabupaten Bombana. Diakuinya, salah satu poin penting dalam penurunan IPH Bombana selama tiga minggu berturut-turut adalah adanya gerakan persuasif yang dilakukan pemerintah untuk memanfaatkan lahan-lahan kosong di Bombana.

“Ini adalah hasil kerja keras dari berbagai pihak. Program-program seperti pasar murah dan operasi pasar merupakan bagian dari strategi kami untuk menekan inflasi,” kata Pj Bupati Edy.

Selain itu, dalam waktu dekat Pemkab Bombana juga akan kembali melaksanakan lapak tani dan operasi pasar guna menjaga harga-harga bahan pokok di Kabupaten Bombana tetap stabil menjelang hari raya Idul Adha. Lapak tani dan operasi pasar ini akan digalakkan di tiga zona utama, yakni zona Kabaena, Poleang, dan Rumbia.
“Kami terus berusaha untuk memastikan bahwa harga-harga kebutuhan pokok di pasaran tetap stabil dan terjangkau bagi masyarakat,” tambahnya.

Pj Bupati Edy juga menegaskan kepada seluruh jajarannya untuk tetap waspada dan tidak terlena dengan keberhasilan yang telah dicapai. Ia meminta seluruh jajaran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bombana agar terus mengontrol dan memantau kondisi harga-harga di pasaran secara berkesinambungan.

“Keberhasilan ini adalah hasil kerja keras kita semua, namun kita tidak boleh lengah. Pengendalian inflasi harus terus kita lakukan secara konsisten agar masyarakat Bombana dapat merasakan dampak positifnya secara langsung,” tegasnya.

Masuknya Kabupaten Bombana dalam 10 besar Kabupaten/Kota dengan penurunan IPH tertinggi secara nasional menjadi bukti bahwa kolaborasi antara pemerintah, Forkopimda, dan masyarakat dalam menjaga stabilitas harga di Kabupaten Bombana dapat menghasilkan perubahan yang signifikan.

“Kami terus berkomitmen untuk terus berinovasi dan bekerja keras demi menjaga stabilitas ekonomi di Kabupaten Bombana, sehingga dapat memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah dan kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya. (idh/kn)

Tinggalkan Balasan