KENDARINEWS.COM–Masa kepemimpinan Muhammad Jayadin sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Kolaka akan berakhir pada 30 Desember 2023 mendatang. Dengan demikian, selanjutnya kursi Kolaka 1 akan diduduki oleh Penjabat (Pj) Bupati.
Terkait siapa yang akan menduduki “tahta” tertinggi sementara waktu di Bumi Mekongga, Ketua DPRD Kolaka Syaifullah Halik yang ditemui Rabu (6/12), mengatakan, sesuai surat Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) tanggal 9 November 2023 perihal usul nama calon Pj Bupati melalui Ketua DPRD Kabupaten dapat mengusulkan tiga nama calon Pj Bupati untuk menjadi bahan pertimbangan Mendagri dalam menetapkan Pj Bupati. Usulan nama calon Pj Bupati disampaikan paling lambat 6 Desember 2023.
“Nah kami di DPRD Kolaka setelah melalui tahapan pembahasan di masing-masing fraksi, maka Selasa kemarin kami melakukan rapat pimpinan bersama fraksi kemudian memutuskan untuk mengusul tiga nama yang akan dikirim ke Kemendagri menjadi Pj Bupati Kolaka. Ketiga nama tersebut La Haruna, Parinringi, dan Nur Ihsan,” ungkap Syaifullah.
Legislator Gerindra tersebut mengatakan, ketiga nama yang diusul tersebut semuanya memenuhi syarat dan layak untuk menjadi Pj Bupati Kolaka.”La Haruna saat ini menjabat Kadis Perkebunan dan Hortikultura Provinsi Sultra. Parinringi adalah Kadis Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Provinsi Sultra. Adapun Nur Ihsan sekarang menjabat Rektor Universitas Sembilanbelas November Kolaka. Jadi, semua memenuhi syarat dan layak untuk menjadi Pj Bupati Kolaka,” ujar Syaifullah.
Syaifullah mengatakan, Pj Bupati Kolaka yang akan memimpin Bumi Mekongga untuk sementara waktu nanti akan ditentukan oleh Kemendagri. “Semua bergantung kepada Kemendagri. Usulan mana yang akan menjadi Pj Bupati Kolaka. Karena ada sembilan calon yang diusulkan. Rinciannya, usulan kabupaten tiga, provinsi tiga, dan Kemendagri tiga. Kami berharap usulan kami yang dipilih oleh Kemendagri,” harap Syaifullah.
Terpisah, Pengamat Politik dari Universitas Halu Oleo (UHO) Dr. Najib Husain mengungkapkan tiga nama yang diusul sebagai Calon Pj Bupati Kolaka merupakan pilihan yang tepat. Pasalnya, ketiganya merupakan figur yang memahami karakteristik Sulawesi Tenggara (Sultra) dan Kabupaten Kolaka.
“Tiga nama itu (La Haruna, Parinringi, dan Nur Ihsan punya peluang untuk bisa menjadi Pj Bupati Kolaka. Pada dasarnya (mereka) tidak punya banyak kedekatan emosional dengan orang yang akan tampil di Kolaka. Tiga orang itu adalah pilihan terbaik dari yang terbaik,” ungkap Najib Husain.
Najib tak menampik jika keputusan penetapan Pj Bupati Kolaka ditentukan oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Kendati demikian , ia berharap Pj Bupati Kolaka nantinya adalah figur yang memahami karakteristik Kabupaten Kolaka.
Ia menambahkan, calon Pj Kolaka idealnya figur daerah (lokal) yang tidak memiliki tendensi pribadi dan tidak ada kepentingan interes didalamnya serta merupakan figur yang bebas untuk bekerja tanpa ada pengaruh dari pihak yang ada di wilayah tersebut.
“Kita harapkan Pj Bupati Kolaka nantinya adalah figur yang netral dalam bekerja dan betul-betul posisi sebagai Pj itu bisa di jalankan secara amanah tanpa kemudian kedepan berpikir untuk mencalonkan diri sebagai kepala daerah,” pungkasnya. (ags/fad)










































