KENDARINEWS.COM-Kujungan Antara Daerah (KAD) yang dilakukan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Muna Barat (Mubar) ke Kabupaten Endrekang dan Bima beberapa bulan lalu membuahkan hasil. Program penanaman bawang merah yang diadopsi dari dua kabupaten itu, dinilai sukses diterapkan di Mubar. Makanya, Pemkab Mubar akan menjadikan komoditas bawang merah sebagai salah satu unggulan di sektor pertanian.
“Setelah kita uji coba, ternyata di Mubar sukses dan hasilnya luar biasa. Ini bisa jadi komoditas unggulan. Untuk itu, kita akan berikan lagi bantuan bibit bawang kepada petani yang baru akan mulai menanam. Insya Allah, 2024 kita siapkan anggaran untuk pengadaan bibit bawang,” kata Penjabat (Pj) Bupati Mubar, Dr. Bahri.
Indikator sukses penanaman bawang merah di Mubar, dilihat dari hasil panen yang dilakukan Pemkab Mubar. Enam kelompok tani yang diberi bantuan bibit bawang merah dan ditanam menujukan hasil yang baik. Meski belum 100 persen sukses, tetapi mayoritas berhasil.
“Alhamdulillah, hasil panen bawang merah di Desa Barura Jaya dan Kasimpa Jaya menujukan hasil yang baik,” terangnya.
Direktur Perencanaan Anggaran Daerah pada Direktorat Jenderal Bina Keuangan Daerah Kemendagri itu menambahkan, hasil panen bawang merah yang dilakukan dikembalikan ke masing-masing kelompoka tani. Akan tetapi, ia meminta agar setiap kelompok tani menyimpan satu ton untuk dijadikan bibit.
“Hasil dari panen ini masyarakat keluarkan lagi untuk bibit, sisahnya dijual,” tutupnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Mubar, Nestor Jono mengungkapkan, tahun ini terdapat enam kempok tani di enam desa yang diberi bibit bawang merah. Masing-masing kelmpok tani menyiapkan satu hektare lahan kosong yang siap ditanami bawang merah. Kemudian dalam satu hektar lahan ditanami 155.000 bibit bawang dengan luas tanam 20×20 cm.
“Dari enam titik penanaman bawang, saat ini kita sudah panen di tiga titik yaitu di Desa Abadi Jaya sekitar 10 ton, Kasimpa Jaya capai 9 ton dan Desa Wulangga 9 ton. Hasil itu prediksi setelah bawang dikeringkan,” terangnya.
Dia menambahkan, program penanaman bawang merah merupakan program strategis Pemkab dalam penanganan inflasi. Ke depannya, Pemkab Mubar akan kembali memberikan bantuan bibit bawang merah kepada kelompok tani. Apalagi dilihat dari anomali iklim saat ini, para petani masih bisa eksis memproduksi bawang merah.
“Alhamdulillah, di tengah kondisi iklim panas yang melanda saat ini pertanian kita masih bisa produktif. Ini sesuai arahan Pj Bupati Mubar, Bahri bahwa dimusim hujan para petani menanam padi dan dimusim kemarau menanam bawang. Sehingga menjelang natal dan tahun baru nanti, stok kita aman,” pungkasnya. (ahi/kn)









































