Realisasi Sektor Pajak Sultra Jadi Pendorong Penerimaan Regional Sultan Batara

KENDARINEWS.COM–Realisasi penerimaan pajak diwilayah Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) masih menjadi salah satu pendorong penerimaan di wilayah Sulawesi Selatan, Barat dan Tenggara (Sultan Batara). Bahkan posisi penerimaan Sultra pada Semester satu, dari sektor pajak sudah mencapai Rp1,86 Triliun dari target Rp4,49 Triliun.

Kepala Kanwil Dirwktorat Jenderal Pajak (DJP) wilayah Sulawesi Selatan, Barat dan Tenggara, Arridel Mindra mengatakan, kinerja penerimaan pajak sampai dengan Juni 2023 masih menunjukkan trand positif.
Dimana untuk realisasi pendapatan secara menyeluruh diwilayah rwgional Sultanbatara mulai Januari hingga Juni telah mecapai Rp8,16 Triliun atau 45,58 persen dari target sekira Rp17,90 triliun.

“Dari realisasi itu, penerimaan sekotor pajak dari Provinsi Sulawesi Tenggara  merupakan salah satu pendorong penerimaan yang sangat penting saat ini. Kinerjanya saat ini telah mencapai Rp1,86 triliun atau sekira 41,53 persen dari target Rp4,49 Triliun. Hal ini tumbuh positif dari tahun 2022 dengan pertumbuhan atau growth sekira  31,08 persen,”kata Arridel Mindra saat konfrensi pers bersama Kanwil Dirjen Perbendaharaan (DJPb) Sultra, kemarin.

“Sementara bila dibandingkan pertumbuhan  untuk realisasi sektor pajak di Sultra minusnya  sangat tinggi sekira 13,75 persen sementara Sulsel minus 4,23 persen. Hanya Sultra yang pertumbuhan realisasi pajaknya meningkat,”lanjutnya.

Dijelaskan, tentunya terdapat tiga faktor yang menyebabkan realisasi sektor pajak diregional Sulbar dan Sulsel menurun,    pertama ada keseimbangan dari harga komoditas dan tekanan dari harga komoditas yang   tahun kemarin cukup tinggi. Kedua beberapa kebijakan  perpajakan melalui undang-undang HPP (Harmonisasi Peraturan Perpajakan) seperti program pengungkapan sukarela yang tahun ini sudah tiadak ada. Sehingga pnmenerimaan untuk sektir itu tentu berkurang. Selanjutnya, Ketiga kenaikan tarif PPN dari 10 persen menjadi 11 persen.

“Kebijakan ini sesungguhnya sangat kota rasakan pada  bulan- bulan kemarin.  Kita masih menikmati hingga April namun setelah itu normal. Sehingga ini betul-betul berpengaruh,”bebernya.

Dia menambahkan, untuk penerimaan sektor pajak Sultra yang kini telah mencapai Rp1,86 triliun  dominan dari PPH sekira Rp1,1 triliun yang tumbuh cukup progresif. Kemudian di susul oleh PPN sekira Rp648 miliar.

“Bila dari segi PPH dan PPN realisasi pajak Sultra memang sangat baik bila dibandingkan dari beberapa provinsi. Bahkan terjadi pertumbuhan penerimaan dari 2022 ke 2023, ada pertumbuhan sekira 31 persen dari Rp1,51 triliun menjadi 1,86 triliun. Progres positif ini kita harap bisa terus berlanjut kedepanya,”pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Kanwil Dirjen Perbendaharaan Sultra, Syarwan memaparkan, saat ini kinerja penerimaan perpajakan diwilayah Sultra melanjutkan kinerja yang baik dari tahun lalu. 

“Dimana realisasi sektor ini per Juni telah mencapai Rp1,86 triliun. Peningkatan penerimaan perpajakan tersebut juga dipengaruhi atas kenaikan tarif PPN menjadi 11. Ini tentu diharapkan berlanjut ke depan, seiring dengan pemulihan ekonomi dan dampak implementasi reformasi  struktural,”harapnya. (rah/kn)

Tinggalkan Balasan