Disketapang Sultra Gelar GerakanPangan Murah di Baubau

KENDARINEWS.COM — Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) melalui Dinas Ketahanan Pangan (Disketapang) menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) di Kota Baubau mulai tanggal 14 hingga 17 April mendatang.

Kepala Disketapang Sultra, Ir. Ari Sismanto, menjelaskan, gerakan pangan murah dilaksanakan dalam rangka menindaklanjuti arahan presiden melalui menteri dalam negeri untuk menekan laju inflasi nasional. “Sebagai langkah dalam penanggulangan inflasi utamanya dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan di daerah yang terdampak situasi ekonomi serta kenaikan harga menjelang hari besar keagamaan nasional (HBKN) ditingkat konsumen, maka kita menggelar pangan murah,” ungkap Ari Sismanto.

Ia mengakui, kenaikan harga bahan pangan menjadi salah satu pemicu inflasi di Sultra. Buktinya, pada periode Maret 2023, komoditas beras mengalami kenaikan sebesar 0,23 persen, kemudian telur naik 0,1 persen. Kenaikan tersebut berkontribusi terhadap inflasi Sultra yang tercatat sekira 6 persen.

Ari Sismanto menambahkan, dalam gerakan pangan murah ini pihaknya bekerja sama dengan beberapa distributor untuk menyiapkan bahan pangan harga terjangkau bagi masyarakat yang ada di empat Kecamatan di Baubau yakni Kecamatan Sorowolio, Bungi, Betoambari, dan Wolio. Berbagai komoditas juga dipasarkan dalam gerakan pangan murah di Baubau, seperti diantaranya beras, minyak goreng, gula pasir, telur dan lainnya. “Kami harap, gelar pangan murah ini bisa membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan seharihari apalagi saat ini masih dalam suasana Ramadan dan menjelang hari raya idul fitri,” kata Ari Sismanto.

Sementara itu, Wali Kota Baubau, La Ode Ahmad Monianse, mengapresiasi pelaksanaan gerakan pangan murah di otoritanya. Menurutnya, kegiatan tersebut sangat positif dalam rangka membantu masyarakat yang kesulitan memperoleh bahan pangan. “Lewat gerakan pangan murah ini tentu masyarakat akan terbantu untuk memenuhi kebutuhan sehari harinya seperti beras, minyak goreng dan bahan pangan lainnya,” kata Monianse.

Ia berharap, gerakan pangan murah bisa dijadikan sebagai agenda rutin pemerintah dalam menghadirkan bahan pangan terjangkau sekaligus untuk mengendalikan laju inflasi baik secara nasional maupun lokal. Sekadar informasi, selain Baubau, Kota Kendari menjadi salah satu daerah pelaksanaan pangan murah Disketapang tahun ini. Gerakan pangan murah di Kota Kendari juga berlangsung mulai Jumat (14/4) di empat kecamatan, yakni Baruga, Poasia, Puuwatu dan Mandonga. (ags/adv)

Tinggalkan Balasan